Sulsel Keluar dari 10 Besar Zona Rawan Covid-19, Satgas Ingatkan Jangan Lengah
Sulawesi yang relatif melandai sejak April lalu juga diminta waspada dan mengantisipasi laju penyebaran saat sekolah dibuka Juli nanti.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sulawesi Selatan berhasil keluar dari zona rawan penyebaran Covid-19, Per Mei 2021. Sejak April, Sulsel berhasil mengendalikan angka kasus di hampir semua daerah.
Namun Satgas Covid-19 mengingatkan agar jangan lengah. Kepatuhan protokol kesehatan harus tetap diperketat.
Covid-19 di Indonesia nyaris menyentuh 2 juta kasus hingga Sabtu lalu. Pulau Jawa dan DKI menjadi penyumbang tertinggi.
Angka kasus naik hingga 7.000 per hari sejak Lebaran Idul Fitri. DKI, Jawa Tengah dan Banten mencatat penambahan tertinggi.
Pemerintah mengingatkan bahwa peningkatan kasus ini merupakan alarm keras bagi seluruh masyarakat. Sulawesi yang relatif melandai sejak April lalu juga diminta waspada dan mengantisipasi laju penyebaran saat sekolah dibuka Juli nanti.
Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, sejak Jumat (11/6/2021) hingga Sabtu (12/6/2021) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 7.465 kasus baru Covid-19.
Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 kini berjumlah 1.901.490 orang terhitung sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.
Adapun 5 provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 yang tinggi yakni DKI Jakarta 2.455 kasus, Jawa Tengah 915 kasus, Jawa Barat 876 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta 436 kasus, dan Riau 388 kasus.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, kenaikan kasus di Pulau Jawa masih sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Dari sejumlah provinsi, DKI Jakarta menjadi wilayah yang lonjakan kasusnya paling tinggi.
Wiku mengatakan, pada 1 Juni 2021 kasus Covid-19 harian di Ibu Kota Negara mencapai 519 kasus. Angka ini melonjak drastis pada 10 Juni 2021, yakni 2.091 kasus Covid-19 dalam satu hari.
Selain peningkatan kasus baru, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan virus corona di DKI juga mengalami lonjakan.
Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, kasus Covid-19 di Sulsel relatif terkendali. Tidak ada kenaikan signifikan setelah Lebaran Idul Fitri kemarin.
"Tidak ada kenaikan. Semua masih dalam kendali," kata Andi Sudirman.
Ia menuturkan, pencapaian tersebut berkat kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah dan keterlibatan semua stakeholder. Termasuk tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan yang semakin membaik.
"Mulai dari antisipasi arus mudik hingga arus balik, bisa kita kendalikan. Kita juga telah melakukan rapid test antigen, hingga pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat," jelasnya.
Berbagai upaya, lanjut Andi Sudirman, terus dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari virus ini. Antara lain, pembatasan kegiatan masyarakat, vaksinasi, hingga tracing dan testing.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari, memaparkan, hingga kemarin, 30 Mei 2021, Rt masih di bawah angka 1, yakni 0,95. Jumlah tempat tidur yang terpakai pasien Covid-19 hanya 4 persen, dari total yang tersedia. Angka kesembuhan juga sangat tinggi, yakni 97,8 persen.
Selain itu, kata Ichsan, tingkat kepatuhan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan juga sudah membaik. Di pasar misalnya, 99 persen pengunjung dan pedagang sudah mengenakan masker dan menjaga jarak. Begitupun di tempat olahraga publik, 92 persen sudah mengenakan masker.
"Di restoran, kantor, hingga tempat-tempat ibadah. Masyarakat kita sudah mulai sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19," urainya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
