Kamis, 17 Juni 2021 17:58

Edy Buka-bukaan Disuruh Nurdin Abdullah Minta Uang ke Agung: Katanya Buat Pilkada

Edy Rahmat bersaksi secara daring dari Rutan KPK dalam kasus suap Nurdin Abdullah.
Edy Rahmat bersaksi secara daring dari Rutan KPK dalam kasus suap Nurdin Abdullah.

Edy dan Agung mengatur pertemuan untuk penyerahan uang yang diminta Nurdin. Yakni 150 dollar Singapura plus uang senilai Rp 1 miliar 50 juta.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Mantan Sekretaris Dinas PU Sulsel Edy Rahmat memberi kesaksian yang menyudutkan Nurdin Abdullah, Kamis (17/6/2021). Edy mengaku, 5 hari sebelum terjerat OTT ia disuruh Nurdin meminta uang kepada Agung Sucipto untuk dana pilkada.

Edy Rahmat yang bersaksi secara daring dari Rutan KPK membeberkan, Nurdin memintanya untuk berkomunikasi dengan Agung Sucipto. Kata Edy, atasannya itu menyampaikan bahwa ia butuh dana untuk relawan di Pilkada.

"Kira-kira 5 hari sebelum OTT KPK. Sekitar hari Minggu tanggal 21 Februari, Nurdin Abdullah memanggil saya ke rumah jabatannya. Di sana dia menyampaikan pesan untuk meminta dana pada Agung. Pak Gubernur bilang tolong sampaikan pada Pak Agung. Inikan sudah mau pilkada. Siapa tau dia bisa bantu untuk dana relawan," terang Edy mengutip pesan Nurdin.

Baca Juga

Edy melanjutkan, pesan itu kemudian ia sampaikan pada Agung Sucipto. Akhirnya Agung menyanggupinya.

Keduanya lalu mengatur pertemuan untuk penyerahan uang yang diminta Nurdin. Yakni 150 dollar Singapura plus uang senilai Rp 1 miliar 50 juta.

Awalnya kata Edy, uang yang telah disimpan dalam koper dan sebuah ransel itu akan diserahkan Agung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

"Tapi di Rujab itu banyak CCTV pak. Takut pak," ujar Edy.

Penyerahan uang akhirnya berubah. Edy dan Agung kemudian bertemu di Rumah Makan Nelayan. Di sana uang tidak jadi dipindahkan ke mobilnya.

Mereka kata Edy kemudian berkeliling dan berhenti di sekitar Taman Macan, Jalan Sultan Hasanuddin, Bulogading Kota Makassar. Di sana kemudian koper dan ransel berisi uang dipindahkan ke mobil Edy Rahmat untuk nantinya diserahkan pada Nurdin Abdullah.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Muh. Syakir
#Kasus Suap Nurdin Abdullah #Edy Rahmat #Agung Sucipto
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer