Minggu, 18 Oktober 2020 16:14

UMP tak Naik di 2021, Pengusaha: Kalau Dipaksakan Bisa Banyak PHK

Ilustrasi
Ilustrasi

Situasi ekonomi belum bisa stabil sampai 2021. Karenanya, jika kenaikan upah dipaksakan akan banyak perusahaan yang terpaksa melakukan pengurangan karyawan.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Upah minimum provinsi (UMP) tahun 2021 kemungkinan tidak akan naik. Kondisi ekonomi yang masih terdampak pandemi membuat pengusaha harus menyiapkan skema alternatif agar tidak terjadi PHK besar-besaran.

"Paling tidak kita masih mencoba mempertahankan UMP 2020. Agar tidak turun. Ini menjadi altenatif di tengah situasi ekonomi yang tak menentu," ujar Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfudz, Ahad (18/10/2020).

Adi mengakui situasi ekonomi belum bisa stabil sampai 2021. Karenanya jika kenaikan upah dipaksakan akan banyak perusahaan yang terpaksa melakukan pengurangan karyawan.

Baca Juga

"Tentu ini dampaknya lebih buruk. Kita sedapat mungkin menghindari PHK. Sehingga skema tidak adanya kenaikan UMP di 2021 menjadi opsi yang harus dipikirkan bersama," paparnya.

Adi menjelaskan, ia bersama kalangan pengusaha telah merundingkan hal ini secara bipartit. Berdasarkan bipartit, nanti baru diputuskan apakah UMP lebih rendah atau ada kenaikan. Karena dasarnya adalah bagaimana menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Adi mengatakan, skema ini memang berat bagi pekerja. Tetapi ini adalah opsi paling realistis. Hanya dengan menunda kenaikan UMP, perusahaan bisa tetap melanjutkan kegiatan usaha.

"Jadi sebenarnya ini untuk kepentingan pekerja sendiri agar tetap bisa bekerja. Kalau dipaksakan situasinya bisa berbahaya dan pasti yang jadi korban adalah pekerja. Karena PHK tak bisa dielakkan," imbuh Adi..

Namun keputusan naik tidaknya UMP masih menunggu Kemenaker. Terkait UMP 2021 naik atau tidak, akan diputuskan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Kemungkinan Menaker akan memutuskannya pekan depan.

Editor : Muh. Syakir
#UMP 2021 #PHK #Kemenaker #Menaker Ida Fauziyah
Berikan Komentar Anda