Jumat, 25 Juni 2021 07:47

Sumardi, Kakak Plt Gubernur Sulsel Diseret Jumras di Kasus NA, ini Rekam Jejaknya

Sumardi Sulaiman
Sumardi Sulaiman

Sumardi menjadi Kadis Perdagangan Pemkab Bone (2017 – 2019). Kadis perdagangan adalah jabatan terakhirnya sebelum ditarik ke provinsi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Nama Sumardi Sulaiman mencuat saat Jumras dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Kamis (24/6/2021). Jumras menyebut Sumardi terlibat mengatur pertemuan antara Agung dan Feri.

Berikut rekam jejak Sumardi Sulaiman di birokrasi. Saat ini Sumardi menjabat Kepala Bapenda Sulsel. Ia diangkat di awal awal pemerintahan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman tahun 2019.

Sebelum kiprahnya di pemprov, Sumardi menduduki sejumlah jabatan penting di Pemkab Bone. Tercatat ia pernah menduduki jabatan sebagai Lurah di Kelurahan Lanrae (tahun 2003-2009). Lalu pada 2009 ia menjadi Sekertaris Camat Palakka.

Baca Juga

Tahun 2015 ia diangkat menjadi Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Kabupaten Bone. Ia menjabat hingga 2017.

Selanjutnya menjadi Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone (2017 – 2019). Kadis perdagangan adalah jabatan terakhir Sumardi sebelum ditarik ke provinsi.

Pertemuan di Barber Shop Bau Mangga

Dalam sidang kemarin, Jumras memberi pengakuan mengejutkan. Ia menyebut ada pertemuan Agung Sucipto dan Feri Tandriadi pada awal pemerintahan Nurdin Abdullah. Kakak kandung Plt Gubernur Sulsel, Sumardi Sulaiman disebut Jumras mengatur pertemuan itu.

Awalnya Jumras hanya menyebut sambil lalu nama Andi Sumardi, saat dimintai keterangannya oleh Jaksa KPK di Ruang Sidang Harifin Tumpa, Jumras mengakui jika awal pertemuannya dengan Agung Sucipto diatur oleh Andi Sumardi Sulaiman.

Jumras mengaku mendapat telepon untuk bertemu di sebuah cafe (Mama Cafe). Namun belakangan tempat pertemuan berubah. Jumras diminta masuk ke sebuah barber shop di bilangan Panakkukang, tepatnya di Jalan Bau Mangga.

Ternyata kata Jumras di sana sudah ada Andi Irfan Jaya. Dia dijemput di tangga dan bertemu Andi Sumardi Sulaiman di lantai atas.

Selanjutnya, dua orang ternyata datang menyusul. Mereka adalah Agung Sucipto dan Feri Tandriadi.

"Saya kaget mereka (Agung Sucipto dan Feri Tandriadi) ternyata datang (tempat yang diatur Andi Sumardi Sulaiman). Kemudian mereka membicarakan soal proyek infrastruktur jalan. Agung yang di Bulukumba-Sinjai, Feri minta di Sidrap-Soppeng," ujar Jumras.

Menariknya, pengacara Agung Sucipto, M Nursal lantas memperjelas siapa Andi Sumardi Sulaiman pada Jumras.

"Siapa Andi Sumardi itu? Diakan yang mengaturnya (pertemuan Agung-Feri-Jumras). Apa benar dia itu Kakak Plt Gubernur Sulsel?," ujarnya.

Jumras yang tidak bisa mengelak lantas membenarkan hal itu dan mengakui jika Andi Sumardi Sulaiman memang merupakan kakak kandung Andi Sudirman Sulaiman.

Diketahui Jumras dihadirkan sebagai saksi dalam kasus suap dan gratifikasi Pejabat Negara oleh terdakwa kontraktor Agung Sucipto.

Agung yang sebelumnya terjaring OTT KPK bersama Edi Rahmat dan Nurdin Abdullah sejak awal bulan Juli lalu diketahui mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar.

Sejumlah saksi dihadirkan KPK masing-masing adalah sejumlah anggota Pokja 2 dan 7 Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel serta mantan Kabironya Sari Pudjiastuti. Kepala Dinas PUTR Rudi Jamaluddin, Mantan Sekdis PUTR Edi Rahmat yang juga terdakwa.

Kemudian dari swasta turut dihadirkan adalah kontraktor Petrus Yalim, Hari Samsuddin Direktur salah satu PT milik Hari Samsuddin, Abdul Rahman dan beberapa lainnya termasuk dua ajudan Nurdin Abdullah yakni Syamsul Bahri dan Salman.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Muh. Syakir
#Jumras jadi Saksi #Andi Sumardi Sulaiman #Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman #Kasus Suap Nurdin Abdullah
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer