MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Bapenda Sulsel Sumardi Sulaiman akhirnya angkat bicara terkait kesaksian Jumras yang menyebut dirinya terlibat mengatur pertemuan dengan Agung Sucipto. Sumardi menegaskan, ia tak kenal sama sekali dengan Agung.
"Saya tegaskan bahwa saya sama sekali tidak kenal dengan Agung Sucipto. Saat itu, saya disampaikan oleh Andi Irfan, kalau nama saya disebut-sebut oleh Jumras terlibat dalam proyek itu. Jadi Andi Irfan telpon saya pada waktu itu katanya punya proyek, dan saya jawab tidak ada itu," terang Sumardi dalam klarifikasi tertulis yang disampaikan via Whatsapp, Sabtu (26/6/2021).
Karena mengaku tak terlibat proyek, Andi Irfan kemudian menyarankan Sumardi menemui Jumras untuk meluruskannya.
"Andi Irfan bilang pergiki luruskan sama Jumras. Dan akhirnya saya janjian ketemu di Cafe Mama, tapi karena sudah tutup, jadinya saya ke barbershop," jelas Sumardi.
Kehadirannya di barbershop milik Andi Irfan, saat itu untuk meluruskan tudingan Jumras atas keterlibatannya dalam proyek jalan poros Sinjai – Bulukumba.
"Setelah itu, saya langsung pulang setelah meluruskan fitnahan itu. Setelah saya kasih tahu ke Jumras di depan Andi Irfan, kalau saya tidak terlibat di proyek itu seperti yang disebut Jumras. Jadi saya sebentar sekali ji di sana," bebernya.
Masalah ini kata Sumardi juga sudah diklarifikasi saat hak angket bergulir dan klir saat itu.
"Menjawab pemberitaan media menjadi penting bagi saya karena ini menyangkut nama baik. Semua pihak yang terlibat dalam proses hukum yang berjalan, semestinya memberikan keterangan yang benar dan tidak mengada-ada karena ini menyangkut penegakan hukum," ujarnya.
Oleh karena itu kata Sumardi, saat ini ia tengah mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum untuk jumras.
"Kita lihat ke depannya," ketus Sumardi.
"Melalui klarifikasi ini saya juga ingin menegaskan bahwa; bukan berarti karena saya adalah saudara PLT Gubernur saat ini sehingga nama saya dengan gampang “dijual-jual”. Kalau ada yang berniat untuk menggunakan nama saya, pertimbangkan dahulu, siapapun itu, sekalipun yang mengaku itu adalah keluarga saya," tandasnya.
Kakak kandung plt Gubernur Sulsel ini mengaku saat ini ia hanya konsentrasi untuk mengembangkan Bapenda menjadi institusi yang produktif bagi peningkatan pendapatan dan tata kelola adminsitrasi pengelolaan keuangan daerah secara baik.
Dalam sidang kasus dugaan suap yang menyeret Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah Jumras memberi pengakuan mengejutkan. Ia menyebut ada pertemuan Agung Sucipto dan Feri Tandriadi bersama pada awal pemerintahan Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel. Kakak kandung Plt Gubernur Sulsel, Sumardi Sulaiman disebut Jumras mengatur pertemuan itu.
Awalnya Jumras hanya menyebut sambil lalu nama Andi Sumardi, saat dimintai keterangannya oleh Jaksa KPK di Ruang Sidang Harifin Tumpa, Jumras mengakui jika awal pertemuannya dengan Agung Sucipto diatur oleh Andi Sumardi Sulaiman.
Jumras mengaku mendapat telepon untuk bertemu di sebuah cafe (Mama Cafe). Namun belakangan tempat pertemuan berubah. Jumras diminta masuk ke sebuah barber shop di bilangan Panakkukang, tepatnya di Jalan Bau Mangga.
Ternyata kata Jumras di sana sudah ada Andi Irfan Jaya. Dia dijemput di tangga dan bertemu Andi Sumardi Sulaiman di lantai atas.
Selanjutnya, dua orang ternyata datang menyusul. Mereka adalah Agung Sucipto dan Feri Tandriadi.
"Saya kaget mereka (Agung Sucipto dan Feri Tandriadi) ternyata datang (tempat yang diatur Andi Sumardi Sulaiman). Kemudian mereka membicarakan soal proyek infrastruktur jalan. Agung yang di Bulukumba-Sinjai, Feri minta di Sidrap-Soppeng," ujar Jumras.
Menariknya, pengacara Agung Sucipto, M Nursal lantas memperjelas siapa Andi Sumardi Sulaiman pada Jumras.
"Siapa Andi Sumardi itu? Diakan yang mengaturnya (pertemuan Agung-Feri-Jumras). Apa benar dia itu Kakak Plt Gubernur Sulsel?," ujarnya.
Jumras yang tidak bisa mengelak lantas membenarkan hal itu dan mengakui jika Andi Sumardi Sulaiman memang merupakan kakak kandung Andi Sudirman Sulaiman.
BERITA TERKAIT
-
KPK Bidik 11 Kontraktor Sulsel, Ada Jhon Theodore, Yusuf Rombe sampai H Momo
-
Usai Jerat Auditor BPK, KPK Lanjut Sidik 11 Kontraktor Sulsel
-
Sudah 3 Tersangka Kasus Suap Auditor BPK Sulsel, KPK: Bisa Bertambah
-
Laksus: KPK juga Bisa Jerat 11 Kontraktor Sulsel Pemberi Suap
-
KPK Geledah Kantor PUTR Sulsel Terkait Suap Pegawai BPK di Kasus Nurdin Abdullah