Rabu, 30 Juni 2021 10:48

PPKM Darurat, Pengusaha Sulsel Pasrah jika Ekonomi Terjun Bebas Lagi

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Trauma pasar terhadap Corona sangat tinggi. Saat kasus naik ekonomi juga terdampak.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sulawesi Selatan masuk dalam wilayah yang dipantau selama penerapan PPKM darurat. Para pengusaha di daerah inipun hanya bisa pasrah.

"Ya mau apa lagi. Inikan sudah standar pemerintah untuk penanggulangan Corona. Kita sadar dampaknya besar pada ekonomi," ujar Andi Syamir Ali, pengusaha san importir hasil bumi, Rabu (30/6/2021).

Menurut Syamir, PPKM darurat akan memberi ekses pada pemulihan ekonomi. Ekonomi yang baru bangkit memungkinkan akan mundur lagi.

Baca Juga

Senada Syamir, Ridho Saleh pengusaha sektor jasa juga mengeluhkan situasi yang bakal terjadi saat PPKM darurat. Menurutnya, pembatasan ini akan lebih ketat dan akan berimbas pada melambatnya sirkulasi ekonomi.

"Jujur ya itu tidak baik bagi pemulihan ekonomi. Tapi kita pasrah. Kita lihat sampai di mana dampaknya," jelasnya.

Kata dia, upaya pemulihan ekonomi yang mulai menunjukkan pergerakan positif sejak April bisa kembali mundur jika PPKM darurat diberlakukan panjang.

Pengamat juga menyebut, pemulihan akan butuh waktu lebih panjang.

"Sekarang faktanya akan ada PPKM darurat lagi. Kasus Corona naik. Jika sampai Agustus belum landai, kita akan sulit memperbaiki kinerja ekonomi sampai akhir tahun," jelas Nus Harfian, peneliti dan juga pengamat ekonomi kerakyatan.

Menurut Nus, naiknya kasus Corona di Jawa akam berimbas pada ekonomi di seluruh provinsi. Karena interaksi perdagangan antardaerah akan terhambat. Terutama dalam distribusi.

"Jakarta adalah sentra perdagangan. Kalau pada koordinat ini terganggu otomatis akan membuat ekonomi daerah juga terpengaruh. Kita harapkan PPKM tidak menimbulkan pengetatan berlebih. Ekonomi harus tetap jalan," katanya.

Pemerintah telah menyelesaikan dua tahapan vaksinasi dan siap memasuki fase lanjutan. Namun proyeksi menuju herd immunity diperkirakan masih sulit tercapai hingga akhir tahun.

Para ekonom melihat pemulihan ekonomi di semua sektor masih pincang. Pemulihan general diramal akan sangat bergantung pada hasil vaksinasi.

"Jika vaksin efektif, ekonomi akan pulih lebih cepat. Tapi kalau tidak, maka pemulihan akan makan waktu panjang," ujar pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal.

Ia tidak yakin dalam 6 bulan ke depan akan ada perubahan signifikan. Ekonomi diramal akan membaik jika vaksin telah menyentuh hingga 90 persen dan terbukti menciptakan kekebalan.

"Trauma pasar terhadap Corona sangat tinggi. Saat kasus naik ekonomi juga terdampak. Kasus masih naik turun sehingga ekonomi juga sulit stabil," kata Sjamsul.

Editor : Muh. Syakir
#ppkm darurat #Ekonomi di Tengah Pandemi #Sulsel
Berikan Komentar Anda