MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kecaman datang berbagai kalangan saat pemerintah mengizinkan masuknya warga negara asing asal China ke Makassar, Sulsel, Ahad kemarin. Pasalnya, mereka tiba saat PPKM darurat sedang diterapkan.
"Inikan mirip pembodohan. Kita dikungkung tapi yang dari luar negeri justru dibebaskan masuk. Inikan aneh," kata aktivis perempuan, Andi Tenri Farida, Senin (5/7/2021).
Menurut Tenri, sikap pemerintah bisa menimbulkan berbagai penafsiran. Bukan itu saja, masyarakat bisa semakin tidak percaya bahwa PPKM benar-benar ditempuh untuk menekan laju Corona.
"Masyarakat bisa berasumsi bahwa PPKM ini cuma bohong-bohongan. Buktinya WNA China nda dibatasi. Kalau ini yang muncul kan berbahaya. Masyarakat akan semakin abai dengan prokes dan tak peduli lagi aturan PPKM," jelasnya.
Padahal kata Tenri, masyarakat dan pemerintah saat ini sedang berjuang melawan Corona. Di Jawa diberlakukan PPKM darurat karena ledakan kasus yang sedang memuncak.
"Tapi tiba tiba ada WNA China masuk. Kan lucu. Saat kita semua dalam kekangan justru mereka dibebaskan," tandasnya.
Senada dengan Tenri, sosiolog Parman Pardi mengatakan, pemerintah harusnya memiliki komitmen keadilan terhadap warganya. Tidak sekadar memenuhi hak hak asing yang memberi kontribusi finansial, tapi merusak tatanan yang dibangun.
"Mereka memberi kontribusi secara profit. Tapi efek sosialnya sangat rentan. Ini bisa membua trust terhadap pemerintah menipis," tegasnya.
Menurut Parman," saat ini kondisi Pulau Jawa sudah pada tingkat paling buruk. Corona sedang berada di kurva tertinggi. Ia menyebut, dalam tiga pekan ke depan, kasus Corona akan mencapai puncaknya.
"Ini momentum paling kritis. Kalau dalam tiga pekan kita tidak mampu menekan laju kematian maka akan terjadi kondisi yang memuncak. Salah satu yang mestinya dilakukan adalah menutup interaksi luar negari," jelasnya.
Alasannya kata Parman, sumber virus berasal dari luar negeri. Karena itu keliru jika dalam negeri diperketat tapi sumber virusnya justru masih diberi pelonggaran.
Sementara itu pemerintah hingga saat ini belum menutup penerbangan dari luar negeri. Wamenlu Mahendra Siregar dalam keterangan secara virtual kemarin mengaku belum ada regulasi soal penutupan gerbang transportasi udara.
Dikabarkan sebelumnya sebanyak 20 tenaga kerja asing asal China mendarat di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka tiba sehari setelah PPKM darurat berlaku.
Sontak ini mendapat banyak kecaman. Pihak imigrasi sendiri menyatakan, masuknya 20 TKA China itu tak masalah karena merupakan penerbangan domestik.
BERITA TERKAIT
-
RI Patut Waspada, COVID-19 Kini Meledak di Thailand Hingga 65 Ribu Kasus
-
Covid-19 Melesat Lagi di Singapura-Thailand, Indonesia Waspada
-
Covid-19 Naik Lagi, Jokowi: Wajib Masker Belum Perlu Diterapkan
-
Covid di RI Naik Lagi, Pemerintah akan Terapkan Vaksin Booster Ketiga
-
Singapura Dihantam Gelombang Baru Covid-19, Indonesia juga Naik 80%