Rabu, 14 Juli 2021 15:50

Inovasi Ceting Berkat Hingga Polisi ASI Dinkes Torut Mampu Turunkan Stunting

Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.
Dinkes Torut saat mengikuti Konvergensi penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan stunting di tingkat Provinsi Sulsel.

Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang selalu menekankan perhatian tentang stunting. Kepada Kadis Kesehatan ia selalu mengingatkan agar cepat menangani jika ada masyarakat yang mengalami stunting

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Toraja Utara Elisabeth Rosminingsi Zakaria S, KM, M,Kes memaparkan program penanganan stunting Torut di acara Konvergensi dalam Rangka Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah dalam Penanganan Stunting Terintegrasi Tingkat Provinsi Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu (14/7/2021).

Diwawancarai usai pemaparan, Elisabeth mengatakan, program penanganan stunting sudah sejak lama dicanangkan.

Ia mengatakan, ada beberapa inovasi yang dilakukan untuk penanganan stunting diantaranya Ceting Berkat (Berdayakan Masyarakat Cegah Stunting), Polisi ASI, Pemberian sertifikat bagi Balita dengan imunisasi lengkap, dan pemberian hadiah bagi Balita yang rajin datang ke Posyandu.

Baca Juga

"Jadi ini tentang stunting memang sudah tahun 2020 kami sudah canangkan itu, dengan melakukan beberapa aksi tentang lokus-lokus yang sudah ditentukan. Dengan lokus itu kita sesuai dengan pemeriksaan pengukuran E-PPGM artinya pengukuran kepada anak-anak yang dikategorikan stunting. Jadi itu berkesinambungan sekarang," jelasnya.

Dimana, kata dia, Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang selalu menekankan perhatian tentang stunting. Kepada Kadis Kesehatan ia selalu mengingatkan agar cepat menangani jika ada masyarakat yang mengalami stunting

"Karena kenapa, memang hal ini perlu perhatian kepada masyarakat, karena rata-rata masyarakat yang terkena stunting ekonomi lemah dan mereka mungkin waktu awal kehamilan, mereka tidak perhatikan. Padahal stunting itu kan dari 1.000 hari pertama yang harus betul-betul mereka perhatikan tentang kehamilannya dan ditunjang dengan kesehatan lingkungan," jelasnya.

"Tapi kami sangat bersyukur dengan hadirnya pak bupati yang terpilih peduli dengan kesehatan lingkungan beliau sangat respek sekali. Karena walaupun dia makan bergizi, ketika lingkungannya jelek sama saja," tambahnya.

Soal penanganan stunting ke anak remaja, kata dia, saat ini anak remaja di Toraja Utara ada yang sekolah dan tidak sekolah.

"Jadi yang sekolah itu kita bisa cover tentang pemberian tablet untuk menambah darah. Tapi bagaimana dengan remaja yang tidak sekolah, Jadi itu kami juga sudah sosialisasikan bahwa walaupun dia tidak sekolah dia juga berhak mendapat tablet tambah darah," paparnya.

Ia berharap ke depan stunting di Toraja Utara bisa diturunkan. Dimana penurunan stunting dari 2019, 2020, dan 2021 sudah membuahkan hasil. Dimana pada 2020, jumlah balita di Torut sebanyak 18.209 dengan jumlah kasus stunting 2.811 sedangkan di 2021 jumlah balita sekitar 16.562 dan jumlah kasus 12.733.

"Kami sangat bersyukur pak bupati bersama wakil bupati sangat mendukung tentang ini. Karena ini masalah masyarakat, kalau ada yang stunting kan kita juga malu. Saat ini kita edukasi masyarakat supaya Toraja Utara itu jangan ada yang stunting," katanya.

"Kita semua secara konvergensi bersama-sama bekerja sampai ke dusun untuk mendata masyarakat kita. Terutama harus ke Posyandu, supaya diberikan pelayanan kesehatan termasuk imunisasi. Di Posyandu itu ada penyuluhan-penyuluhan bukan hanya ditimbang diberikan vaksinasi tapi ada penyuluhan tentang bagaimana persiapan untuk masuk rumah tangga, tentang gizi, tentang kesehatan lingkungan," bebernya.

"Jadi posyandu itu bagus sekali untuk digunakan. Jangan sampai masyarakat hanya mencari saja vaksin padahal di posyandu itu banyak kegiatan-kegiatan penyuluhan," jelasnya.

Di Konvergensi itu juga, Dinkes membuat stand dan mengenalkan makanan-makanan khas dari Toraja.

"Disini kita buat stand, ada makanan khas Toraja yang kami sediakan diantaranya Kue Toriq, Keladi Ungu serta Kopi Toraja," jelasnya.

Penulis : Kheky
Editor : Jusrianto
#Pemkab Torut #Stunting #Dinkes Torut
Berikan Komentar Anda