MANOKWARI, PEDOMANMEDIA - Anggota DPR RI yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) asal Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie meninggal dunia, Jumat malam (23/7/2021) di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jimmy meninggal di usia 53 tahun.
"Komplikasi diabetes dan jantung. Beliau (Jimmy Demianus Ijie) meninggal setelah sempat dalam perawatan medis (Opname) disalah satu rumah sakit di Makassar. Rencananya akan di makamkan di Papua Barat," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD PDI-Perjuangan Papua Barat Petrus Makbon malam tadi.
Kepala Suku Besar Biak di Manokwari (Mananwir Bar Mnukwar) itu melanjutkan, bahwa evakuasi jenazah sementara masih dalam proses lebih lanjut. Belum diketahui apakah upacara penghormatan terakhir akan dilakukan secara virtual atau digelar di Gedung DPR RI.
"Sementara pihak keluarga dan anggota parlemen yang mengurus. Namun terlepas dari itu semua, perkenankanlah kami (fraksi DPD PDI-P Papua Barat) menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para keluarga dan handai taulan yang ditinggalkan. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," kata Makbon.
Jimmy Demianus Ijie lahir di Fategomi pada 21 Maret 1968. Fategomi merupakan sebuah desa kecil yang kini menjadi bagian dari wilayah pemekaran Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Pada 1980, Jimmy kecil lulus pendidikan formal di SD YPK Pison Fategomi dan SMP Negeri Nabarua Nabire pada 1985. Dia melanjutkan pendidikan SMA di YPPK St.Agustinus Sorong dan lulus pada 1988.
Jimmy Demianus Ijie dewasa mendapat gelar Sarjana pertamanya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 1993. Gelar keduanya ialah Sarjana Hukum yang diraihnya pada 2009 di Universitas Jakarta.
Karier, Politik dan Tangis Rakyat
Untuk kali kedua Jimmy Demianus Ijie lolos sebagai anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat dengan perolehan 66.555 suara pada Pemilu 2019. Ijie merupakan satu-satunya wakil Papua Barat dari fraksi PDI-Perjuangan yang duduk di kursi DPR RI setelah mengungguli perolehan suara pada Pemilu 2014 silam.
Jimmy Demianus Ijie dikenal sebagai sosok mekarnya Provinsi Irian Jaya Barat (kini Papua Barat). Dalam perjuangannya melepaskan Papua Barat dari provinsi induk Papua, Jimmy menjabat sebagai Komnas Reaktivitasi Provinsi Irian Jaya Barat pada 2002.
Selain itu, Jimmy Demianus Ijie pernah menjabat sebagai Ketua Pengprov Perbasi Papua Barat sejak pada 2006 serta Ketua Dewan Pimpinan Provinsi HKTI Papua Barat sejak 2007.
Sebagai politisi, Jimmy diketahui pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDI - Perjuangan Papua Barat periode 2010-2015. Namun begitu, kariernya dikancah perpolitikan nasional baru benar-benar dimulai ketika dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019 pada 18 Juli 2017.
Dilansir dari situs dpr.go.id, selama menjabat sebagai anggota DPR RI Jimmy Demianus Ijie bertugas di Komisi II yang membidangi Kepemiluan, Otonomi Daerah, dan Reforma Agraria. Pada Januari 2018, Jimmy Demianus Ijie berpindah tugas ke Komisi I yang membidangi Intelijen, Luar Negeri dan Pertahanan.
Diperiode keduanya, Jimmy Demianus Ijie sempat menjadi viral di banyak media saat tangisan ketika menyampaikan interupsi dalam sidang Paripurna MPR RI, Rabu (2/10/2019) lalu. Dirinya yang memang mewakili Dapil Papua Barat tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi wilayah tanah kelahirannya saat ini.
Dalam interupsinya, dengan tangisan sedih bercampur marah, Jimmy Demianus Ijie memprotes jalannya rapat Paripurna yang bertele-tele. Padahal apa yang diributkan oleh para anggota parlemen hanyalah menentukan Pimpinan MPR, bukannya membahas hal yang substansial seperti memperjuangkan aspirasi rakyat.
Dinamika yang terjadi dalam rapat kalau itu, menurut Jimmy Demianus Ijie hanya mempertontonkan hasrat kekuasaan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat di tanah Papua.
Padahal, kegagalan pembangunan di tanah Papua bukan hanya kesalahan dari pemerintah daerah setempat, namun juga kesalahan Pemerintah pusat
Jimmy Demianus Ijie dengan lantang menegaskan, bahwa yang diperjuangkan oleh masyarakat Papua adalah kemerdekaan. Mereka ingin merdeka dari kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
BERITA TERKAIT
-
PDIP Pastikan Megawati Hadir pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni
-
Prabowo Soroti Kinerja Bea Cukai: Kalau Pimpinan tak Mampu Ganti
-
Prabowo akan Pidato di DPR Besok, Paparkan Ekonomi Nasional-Pelemahan Rupiah
-
DPR RI Ingatkan THR Buruh Harus Cair Paling Lambat H-7
-
PDIP Sindir PAN Dukung Prabowo 2 Periode: Hanya Sibuk Bicara Kekuasaan