Minggu, 25 Juli 2021 07:13

Ramai Desakan Mundur Jokowi, Pengusaha: Bikin Ekonomi Kian Rumit

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

PPKM memang tak begitu kondusif bagi pemulihan ekonomi. Tapi ini opsi terbaik saat pandemi sedang memuncak.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Para pengusaha di berbagai daerah menanggapi banyaknya desakan politik yang meminta Presiden Joko Widodo mundur. Pengusaha menilai desakan tersebut akan membuat kondisi ekonomi kian rumit.

"Saya kira bukan solusi, terutama dalam upaya pemulihan ekonomi. Yang dibutuhkan sekarang bagaimana mencari opsi agar pemulihan ekonomi lebih cepat. Bukan dengan menciptakan kegaduhan politik," ujar pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal, Sabtu (24/7/2021).

Menurut Sjamsul, saat ini Indonesia mengalami degradasi ekonomi. Setelah resesi November 2020, kini dunia usaha dihadapkan pada kejatuhan berbagai sektor penyangga.

Baca Juga

Bukan hanya industri skala besar yang merosot tajam, UMKM yang jumlahnya mencapai 300.000 juga sedang terpukul. Kata Sjamsul, untuk memulihkan semua itu butuh kondisivitas dalam negeri.

"Ekonomi kita kan labil. Sedikit saja ada gejolak politik, akan langsung terimbas. Apalagi di masa PPKM sektor sektor penyangga kita rapuh," papar Sjamsul.

Sjamsul mengatakan, PPKM memang tak begitu kondusif bagi pemulihan ekonomi. Tapi ini opsi terbaik saat pandemi sedang memuncak.

Soal adanya ancaman PHK jika PPKM terus berlanjut, Sjamsul menilai, kondisi itu masih bisa dicegah dengan stimulus multisektor. Terutama suntikan bagi UMKM yang menjadi tempat bergantung lebih dari 20 juta pekerja.

Sejumlah pengusaha di Sulawesi Selatan sudah mempersiapkan opsi terburuk jika PPKM terus diperpanjang hingga Agustus. Pengusaha akan menempuh langkah penyelamatan, termasuk pemangkasan jumlah pekerja.

"Memungkinkan kita lakukan pengurangan karyawan untuk menekan biaya operasional. Ini kemungkinan terburuk yang bisa ditempuh jika PPKM terus diperpanjang," ujar Andi Syamir Ali, pengusaha importir hasil bumi, beberapa hari lalu.

Menurut Syamir, PPKM darurat akan memberi ekses pada pemulihan ekonomi. Ekonomi yang baru bangkit bisa mundur lagi.

Syamir juga menilai PPKM yang terlalu panjang tidak kondusif bagi interaksi arus barang antardaerah. Penyekatan sudah membuat distribusi terhambat sangat lama. Akibatnya terjadi kenaikan biaya operasional g membuat perusahaan harus menyiapkan biaya tambahan.

"Ini tidak linear dengan omzet yang serang jatuh. Dalam durasi panjang kondisi ini sangat buruk bagi dunia usaha. Kita akan semakin kesulitan," jelasnya.

Senada Syamir, Ridho Saleh pengusaha sektor jasa juga mengeluhkan situasi yang bakal terjadi saat semakin banyak daerah yang memberlakukan PPKM Darurat. Menurutnya, pembatasan ini akan lebih ketat dan akan berimbas pada melambatnya sirkulasi ekonomi.

"Jujur ya itu tidak baik bagi pemulihan ekonomi. Tapi kita pasrah. Kita lihat sampai di mana dampaknya," jelasnya.

Kata dia, upaya pemulihan ekonomi yang mulai menunjukkan pergerakan positif sejak April bisa kembali mundur jika PPKM darurat diberlakukan panjang.

Editor : Muh. Syakir
#Pemulihan Ekonomi Nasional #PPKM #Presiden Jokowi #UMKM
Berikan Komentar Anda