Muh. Syakir : Selasa, 27 Juli 2021 07:03
Ilustrasi (int)

SULTENG, PEDOMANMEDIA - Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, dua kali diguncang gempa, Senin (26/7/2021). Meski tak berpotensi tsunami, BMKG mengingatkan warga pesisir tetap waspada dengan gempa susulan.

Senin kemarin gempa terjadi pada pukul 11.52 Wita. Gempa kedua menyusul pada Senin malam.

Pada Senin siang kekuatan gempa mencapai M 5,9. Episentrum gempa berada di 55 kilometer arah timur laut Kabupaten Tojo Una-una.

Di Kecamatan Ampana, guncangan gempa dirasakan sebesar III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini disebabkan oleh pergerakan sesar lokal.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi karena sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan normal (normal fault),” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setyo Prayitno, Senin, dikutip kompas.com dari Antara.

Berselang kurang lebih delapan jam, gempa kembali terjadi di Tojo Una-una. Kali ini kekuatannya lebih besar, yakni magnitudo 6,5 – yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,3.

Gempa mengguncang pada pukul 19.09 WIB, atau 20.09 waktu setempat. Epistrum juga berdekatan dengan gempa siang hari, yakni 59 kilometer arah tiimur laut Tojo Una-una.

Di Ampana, guncangannya sebesar V-VI MMI (getaran dirasakan oleh semua penduduk).

Selain itu, gempa juga dirasakan hingga Luwuk, Poso, Morowali dengan besaran V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Sedangkan, guncangan III-IV MMI antara lain dirasakan di Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kota Gorontalo, dan Buol.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setyo Prayitno menerangkan, penyebab gempa ini sama dengan gempa sebelumnya.

BMKG mengatakan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun begitu, BMKG sempat memperingatkan warga di kawasan pesisir rendah Kabupaten Tojo Una-una untuk menjauhi pantai.

"Kepada masyarakat di Pesisir Bolaang dan Bunta agar menjauhi pantai," papar Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta warga untuk menjauhi pantai bila guncangan gempa terasa kuat.

Hal ini untuk mencegah dampak ikutan akibat gempa, misalnya longsoran.

“Kalau merasa goyangan (kuat) segera menjauhi pantai. Masyarakat kami minta tetap tenang dan selalu monitor informasi dari BMKG,” tuturnya dalam konferensi pers virtual, Senin malam.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak.

Usai BMKG mengeluarkan peringatan agar warga menjauhi pantai, warga dievakuasi ke kawasan yang lebih tinggi. Salah satu titik yang dituju adalah Kantor Bupati Tojo Una-una.

"Kompleks perkantoran bupati itu kawasannya lebih tinggi, sehingga warga dievakuasi ke sana," jelas Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah Andy Sembiring, Senin malam.

Hingga berita ini ditulis, BPBD Sulawesi Tengah belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa.

"Kami masih fokus membantu warga ke tempat yang lebih tinggi, agar warga tidak panik. Karena di sini listrik padam, sehingga warga panik," terangnya.