Kamis, 12 Agustus 2021 07:15

Kematian Tembus Lagi 2.000 Kasus, Kemenkes Beri Peringatan ini

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Kemenkes mengingatkan, lonjakan angka kematian berpotensi hingga dua pekan ke depan. Perlu ada perhatian pada beberapa wilayah zona merah.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Meski terjadi penurunan tingkat sebaran kasus dalam dua pekan, angka kematian akibat Covid-19 masih relatif tinggi. Per Selasa (10/8/2021), angka kematian kembali menembus 2.000 kasus.

Kementerian Kesehatan mengingatkan, lonjakan angka kematian berpotensi berkepanjangan hingga dua pekan ke depan. Terutama pada beberapa wilayah zona merah luar Jawa dan Bali.

"Ada kecenderungan kenaikan kasus kematian di pekan pertama Agustus. Ini menjadi perhatian utamanya dalam dua pekan ke depan," terang Tenaga Ahli Kementerian Kesehatan dr Panji Fortuna Hadisoemarto, dalam rilisnya, Rabu (11/8/2021).

Baca Juga

Ia menjelaskan, analisis data National All Record (NAR) menunjukkan bahwa pelaporan data kematian dari daerah tidak bersifat realtime. Artinya, data yang masuk merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.

"Sebagai contoh, data Selasa (10/8/2021) saat angka kematian menyentuh 2.048 kasus, 10,7 persen di antaranya berasal dari kasus pasien positif yagn sudah tercatat di NAR lebih dari 21 hari namun baru terkonfirmasi dan dilaporkan bahwa pasien meninggal," katanya.

Kota Bekasi, contohnya, kata Pandji, laporan kemarin (10/8) dari 397 angka kematian yang dilaporkan, 94 persen diantaranya bukan merupakan angka kematian pada hari tersebut, melainkan rapelan angka kematian dari bulan Juli sebanyak 57 persen dan bulan Juni dan sebelumnya sebanyak 37 persen.

"Lalu 6 persen sisanya merupakan rekapitulasi kematian di minggu pertama bulan Agustus," lanjutnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg Widyawati, MKM menegaskan, tingginya kasus yang terjadi beberapa pekan terakhir membuat daerah belum sempat memasukkan atau memperbaharui data ke NAR.

"Lonjakan-lonjakan anomali angka kematian seperti ini akan tetap kita lihat setidaknya selama dua minggu ke depan," kata drg Widyawati.

Editor : Muh. Syakir
#Zona Merah #Kasus Kematian Corona #Covid-19
Berikan Komentar Anda