Muh. Chaidir : Jumat, 13 Agustus 2021 19:04
Kepolisian Thailand menggungkap penjualan senjata Ilegal, dalam konferensi persnya mereka mengakui jika Indonesia juga memasok senjata tersebut (int)

PEDOMANMEDIA - Indonesia turut disebut menyuplai senjata ke Thailand, usai polisi Thailand mengamankan tiga tersangka dan menyita 3.500 senjata dan hampir 1 juta peluru yang akan diperjualbelikan secara online.

Dilansir dari Bangkok Pos, Komisaris Biro Investigasi Kejahatan Dunia Maya Letnan Jenderal Polisi Kornchai Klaiklueng, mengungkap hal itu dalam konferensi persnya baru-baru ini.

Dia mengatakan tiga tersangka diamankan ditempat berbeda, Danuai (39) diamankan di Khon Kaen, sementara dua lainnya Sorae dan Kultirat ditangkap di Chiang Rai.

"Senjata-senjata itu telah diselundupkan ke dalam negeri (Thailand) dari Indonesia, Swedia, Amerika Serikat, Turki, Spanyol, dan China," katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (13/8).

Dari keterangannya lagi, polisi menggeledah tiga rumah milik Danunai di tambon Sila distrik Muang Khon Kaen. Di sana mereka menemukan 1.414 senapan ilegal, 122 pistol tidak terdaftar dan 920.000 butir amunisi.

Di Chiang Rai, polisi menggeledah dua toko senapan angin di distrik Muang dan menemukan 1.786 senapan tidak terdaftar, 224 pistol ilegal dan 57.500 peluru.

Kornchai mengatakan Danunai memesan senjata, peluru dan aksesori senjata dari pemasok di Bangkok dan provinsi selatan.

Lebih jauh senjata ini kemudian telah siap diperdagangkan secara daring, mereka telah membuat situs web khusus untuk mengiklankan senjatanya, dimana nantinya pelanggan di seluruh negeri melakukan pemesanan melalui aplikasi obrolan Line dan melakukan pembayaran melalui bank.

"Pembeli nantinya akan menerima barang dagangan terlarang melalui perusahaan pengiriman paket," tukasnya lagi.

Tidak hanya itu, geng mereka juga diketahui telah beroperasi kurang lebih lima tahun terakhir dan memiliki tidak kurnag dari 50.000 pelanggan di seluruh negeri dan menjual ratusan senjata setiap hari.