JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Indonesia menuju 4 juta kasus setelah dalam sebulan terjadi lonjakan Covid-19. Kurva tak terkendali ini membuat agenda belajar tatap muka ditunda hingga akhir tahun.
Dalam sebulan lonjakan kasus naik di atas rata rata. Hal ini menyisakan kekhawatiran masih naiknya kurva Corona hingga menjelang pembelajaran tatap muka Desember nanti.
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim sendiri belum akan memastikan jadwal belajar tatap muka secara nasional. Belajar tatap muka hanya akan dilakukan per zona.
Ia mengatakan, belajar tatap muka harus mempertimbangkan banyak hal. Sehingga proyeksi ini diharapkan dilaksanakan benar benar sesuai standar keamanan.
Menurut Nadiem, panduan penerapan prokes di sekolah telah dikaji dengan matang. Panduan itu dipercaya bisa diterapkan dengan baik sehingga sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Corona.
Sebelumnya Nadiem menyetujui belajar tatap muka dipercepat. Ia beralasan, riset di banyak negara membuktikan tingkat infeksi Covid-19 pada anak sangat rendah.
"Riset di banyak negara sudah membuktikan bahwa anak usia 3-18 tahun itu memiliki tingkat mortalitas yang sangat rendah dibandingkan usia yang lain. Makanya banyak negara sudah membuka sekolah tatap muka," ujar Nadiem.
Ia mengungkapkan, anak-anak di bawah usia 18 tahun memiliki tingkat risiko infeksi yang rendah dibanding orang dewasa. WHO juga menyampaikan rendahnya kasus penularan Covid-19 pada anak di seluruh dunia. Ini menjadi pertimbangan banyak negara memulai sekolah tatap muka meski memiliki kasus Corona yang cukup tinggi.
Pemerintah sendiri telah beberapa kali menunda belajar tatap muka. Sempat ada rekomendasi dimulainya pembelajaran tatap muka Januari 2021. Namun rencana itu ditunda menyusul naiknya kembali angka kasus Corona.
"Kita tak bisa lama-lama lagi menunda belajar tatap muka. Kita sudah tertinggal jauh. Kita harapkan target secepatnya sekolah bisa dibuka," ujar Nadiem.
Ia menyebutkan, hasil uji coba belajar tatap di beberapa daerah cukup efektif. Angka kasus Corona juga relatif lebih landai. Belum ada laporan adanya klaster baru pada sekolah.
Sehingga menurut Nadiem, target belajar tatap muka bisa diorientasikan lebih cepat. Ia menyebut target memulai akhir tahun nanti diharapkan tak lagi ditunda.
BERITA TERKAIT
-
Nadiem Makarim Sakit, Kejagung Bantarkan ke Rumah Sakit
-
BREAKING NEWS: Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi
-
Nadiem Makarim Mangkir, Kejagung akan Jadwal Ulang Pemanggilan
-
Kejagung Periksa Nadiem Makarim Terkait Korupsi Laptop Rp9,9 T Senin Depan
-
Hari ini Kejagung Periksa 2 Stafsus Mantan Mendikbud Nadiem Makarim