KONSEL, PEDOMANMEDIA - Berupaya melindungi warga desanya, Kepala Desa Andinete di Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memprioritaskan dana desanya untuk penanganan pandemi Covid-19.
Bersama tim pencatatan SDGs, Kades Andinete, Asmin kemudian mengumpulkan 38 relawan dan menggelar sosialisasi pembekalan penanganan Covid-19, Sabtu (21/8/2021) di Aula kantor desa, dan dihadiri Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Asmin mengatakan kegiatan yang bersumber dari dana desa 2021 ini, pada dasarnya merupakan upaya pelaksanaan atau tindaklanjut ketentuan Permendes Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembangunan Desa dan Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Iya ini merupakan pelaksanaan atau tindaklanjut Permendes 21 Tahun 2020, untuk pencapaian SDGs. Covid-19 ini seperti yang kita ketahui mengancam kesehatan warga, mengancam produktivitas ekonomi warga desa, sehingga untuk awal penting bagi kami pemerintah desa Andinete untuk melakukan sosialisasi pada relawan," terang Asmin pada Pedoman Media.
Asmin mengatakan, upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah, karena itu, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas Nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa.
Diketahui pendataan SDGs di Desa Andinete akan dimulai dari mei 2021 dan kemudian dilanjutkan pemutakhiran data dengan berkerja sama dengan elemen masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat memberikan data sesuai dengan apa adanya kepada petugas pendata, agar nantinya kegiatan ini dapat berjalan dengan sedemikian adanya,”pungkasnya. (Edy)
BERITA TERKAIT
-
Pakar Beri Alarm: Akan Muncul Disease X, Pendemi yang Lebih Mengerikan dari Covid
-
Indonesia Masuk Endemi, China Kembali Diamuk Corona
-
Indonesia Masuk Endemi Covid-19, PPKM Sebentar Lagi Disetop
-
Bupati Wajo Akui Terjadi Stagnantasi Ekonomi: Masih Efek Pandemi
-
Darurat Cacar Monyet, Peneliti Sebut Bisa Lebih Rumit dari Corona