Selasa, 24 Agustus 2021 07:13

PPKM akan Terus Diperpanjang, Ekonom: Ini Kematian Perlahan

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Karena ini bukan krisis akibat spekulasi ekonomi. Melainkan kondisi yang dipicu oleh kebijakan yang secara langsung menekan perputaran roda usaha.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kebijakan PPKM akan diberlakukan berkelanjutan hingga pandemi hilang. Ekonom menilai kebijakan ini lambat laun membunuh banyak sektor.

"Jelas. Karena PPKM ini ada kebijakan pembatasan yang secara jelas membatasi pergerakan ekonomi. Dan dampaknya sangat konkret. Ekonomi kita semakin melambat," jelas pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal, Selasa (24/8/2021).

Menurut Sjamsul, penyangga ekonomi kecil tak lagi tangguh. Karena ini bukan krisis akibat spekulasi ekonomi. Melainkan kondisi yang dipicu oleh kebijakan yang secara langsung menekan perputaran roda usaha.

Baca Juga

Jika situasi seperti ini berkepanjangan, efeknya akan sampai titik paling mematikan. Yakni terhentinya denyut perekonomian di semua sektor.

"Ini namanya kematian perlahan pada ekonomi. Ingat, ekonomi mati semua mati," jelas Sjamsul.

Karena itu kata Sjamsul, pemerintah harus berpikir lebih orientatif. Agar kebijakan itu tidak sekadar berorientasi pada upaya menekan pandemi. Tapi juga menyelamatkan ekonomi.

Luhut dalam keterangannya mengatakan PPKM akan terus brrlanjut. PPKM merupakan instrumen dalam menyeimbangkan pengendalian Covid-19 dengan ekonomi.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa PPKM ini akan terus berlaku selama pandemi. Saya ulangi, perlu kita ketahui bersama bahwa PPKM ini terus berlaku selama pandemi," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual pada Senin (23/8/2021).

"Karena ini adalah alat kita untuk menyeimbangkan pengendalian Covid-19 dengan ekonomi atau penciptaan lapangan kerja buat masyarakat kita," ujar dia.

Kritik juga datang dari para aktivis sosial. Mereka mencermati adanya efek sosial yang bisa berujung pada ledakan pengangguran.

"Karena yang paling terpukul dalam kebijakan PPKM ini adalah sektor usaha. Kinerja ekonomi menurun. Dan efek sosialnya adalah PHK dalam volume besar," terang pengamat sosial ekonomi Andi Tenri Farida.

Menurut Tenri, PHK terjadi dalam jumlah besar karena ketidakseimbangan penyangga ekonomi. Banyak industri mengalami penurunan produktivitas.

Sektor jasa juga gagal bangkit. Semua terjadi karena kebijakan pembatasan aktivitas. Jika ini berlangsung dalam durasi panjang, kata Tenri, akan memberi tekanan hebat pada usaha sektoral.

"Kalau usaha mundur akan terjadi dampak sosial yang meluas. PHK salah satu ancaman paling nyata. Ini sulit dihindari karena bagi pengusaha PHK itu alternatif untuk menyelamatkan usaha," katanya.

Karena itu Tenri menyarankan agar PPKM tak diperpanjang hingga akhir tahun. PPKM boleh saja diterapkan. Tetapi pengetatan pembatasan tidak boleh melokalisasi bisnis.

"PPKM harusnya hanya mengatur soal prokes. Bukan mengekang aktivitas bisnis. Karena ini berdampak kolektif. Sangat rentan bagi usaha," jelasnya.

Selain itu kata Tenri, tercapainya target vaksinasi diharapkan bisa mempercepat pemulihkan ekonomi tahun ini. Jika vaksin gagal membendung laju pandemi, bayang-bayang PHK pasti terjadi.

Editor : Muh. Syakir
#Luhut Binsar Pandjaitan #PPKM #Ekonomi di Tengah Pandemi
Berikan Komentar Anda