Muh. Chaidir : Selasa, 24 Agustus 2021 20:30
Menpora Zainuddin Amali meminta masyarakat memahami aturan ketat Liga I (int/Kemepora)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menpora Zainudin Amali meminta masyarakat memahami aturan ketat di Liga 1 2021 mengingat saat ini sejumlah wilayah masih menerapkan PPKM guna mengendalikan pandemi Covid-19.

Aturan ketat liga 1 memang cukup merepotkan, misalnya saja aturan terkait pertandingan yang hanya dipusatkan di pulau Jawa. Atau misalnya penggunaan sarana transportasi yang hanya dibolehkan menggunakan bus.

"Ini berbeda dengan kompetisi sebelum-sebelumnya yang begitu sudah jalan langsung jalan terus. Proses izinnya pun perlu butuh rekomendasi dari berbagai pihak. Karena situasi pandemi dan beberapa wilayah masih dalam kategori ppkm level 4, 3, dst, maka pemerintah juga sangat hati-hati," kata Amali dalam keterangan persnya, Selasa (23/8/2021).

Pada masa pandemi ini, lanjut Menpora bukan cuma izin keramaian yang dibutuhkan, tetapi juga kepastian pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Semua pihak terkait harus memberikan rekomendasi sebelum kompetisi bisa bergulir.

Liga 1 sedianya digelar pada Juli lalu, tetapi BNPB mencabut izinnya saat kasus COVID-19 nasional meledak saat itu. Namun, pemerintah akhirnya luluh untuk mengizinkan kompetisi dengan syarat prokes yang lebih ketat.

"Kami berupaya bagaimana menyelaraskan kegiatan (Liga 1) jalan, tapi upaya pemerintah untuk mengatasi pandemi ini juga harus mendapatkan dukungan dari masyarakat," tutur Amali.

"Kompetisi ini berbeda dengan turnamen. Kalau turnamen kira-kira hanya sebulan. Kalau kompetisi akan berputar terus. Kalau normalnya itu ada sistem home away, ini tak ada," ucapnya.

Diketahui Liga 1 akan dibuka dengan laga Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada, Jumat (27/8/2021). Lalu Persipura Jayapura melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/8). Dan terakhir, ada Bhayangkara FC versus Persiraja Banda Aceh di Indomilk Arena, Tangerang pada, Minggu, (29/9).

Tiga pertandingan awal ini diakui Amali akan menjadi percontohan, apakah nantinya berlanjut atau tidak, semua tergantung dari tiga pertandingan awal tersebut.