Ironi Pembelian Mobil Mewah Bupati Muslimin Bando yang Banjir Kritik
Pemerintah seharusnya fokus membantu rakyat yang terpuruk akibat pandemi. Bukan justru mengadakan fasilitas mewah.
ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Bupati Enrekang Muslimin Bando membeli mobil mewah New Marcedes-Benz seri V-260 seharga Rp1,6 miliar. Pembelian ini memicu kritik dari banyak pihak.
Berikut ini fakta-fakta seputar pembelian mobil kontroversial itu.
- Mobil mewah jenis New Marcedes-Benz V-260 dibeli tahun 2021 saat masyarakat masih berjuang melawan pandemi.
- Kepala Bagian Umum Pemkab Enrekang Umaruddin menjelaskan alasan pembelian mobil baru karena mobil dinas bupati sudah tak layak sebab sudah berusia hampir 8 tahun.
- Mobil dinas sebelumnya juga sering mengalami rem blong sehingga Pemkab menilai perlu membeli mobil yang standar.
- Pemkab Enrekang mengklaim mobil seri terbaru Marcedez itu sudah sangat layak menjadi mobil dinas bupati.
Sementara itu pegiat antikorupsi Enrekang Rahmawati Karim mengatakan, pembelian mobil mewah itu sangat ironis. Karena dilakukan di tengah kondisi pandemi yang masih melanda.
"Pemkab tak punya empati," ketusnya.
Kata mantan jurnalis ini, saat ini masyarakat sedang didera kesulitan ekonomi. Lalu terjadi refocusing anggaran sejak 2020, sehingga hampir semua sektor mengalami kemunduran.
"Tapi aneh karena pemkab masih bisa beli mobil mewah. Sangat disayangkan. Ini menunjukkan kepemimpinan jauh dari salah satu nilai anti korupsi yakni kesederhanaan," jelas Rahmawati.
Rahmawati juga menyoroti situasi Enrekang yang masih membutuhkan pembangunan pada sektor sektor vital. Sedangkan pendapatan daerah masih morat marit akibat refocusing.
Ini sangatlah kontras dengan kebijakan pemda memberi fasilitas mewah kepada bupati. Rahmawati mengungkapkan, pemerintah seharusnya fokus membantu rakyat yang terpuruk akibat pandemi.
Bukan justru mengadakan fasilitas mewah yang tidak berpengaruh pada upaya peningkatan kualitas layanan publik. Parahnya lagi sambung dia, insentif tenaga kesehatan yang merupakan ujung tombah penanganan Covid justru terabaikan.
"Yang seharusnya dapat prioritas peruntukan anggaran. Bukan sebaliknya, menyiapkan fasilitas mewah untuk bupati. Tidak etis bupati gunakan fasilitas sangat mewah sedangkan pendapatan daerah minim dan pembangunan layanan publik belum maksimal. Apalagi situasi Corona membuat rakyat menjerit butuh perhatian pemegang amanah secara maksimal," katanya.
Rahmawati menekankan, pengadaan fasilitas mewah ini menunjukkan kurangnya empati kemanusiaan dalam menghadapi situasi pandemi yang menyengsarakan rakyat. Bagi rakyat ini tanda tanya besar.
"Ini menunjukkan hilangnya nurani kemanusiaan seorang pemegang amanah," imbuhnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
