Jumat, 23 Oktober 2020 14:55

Editorial

Menanti Ujung Sengkarut Rospita Napa

Ilustrasi
Ilustrasi

Bawaslu berkesimpulan, pose dua jari Rospita mengandung unsur dukungan kepada salah satu pasangan calon. Namun dugaan pelanggaran itu menjadi ranah KASN, karena lebih mengarah pada pelanggaran kode etik ASN.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Kasus dugaan keterlibatan Kadis Pariwisata Tator Rospita Napa dalam kampanye pilkada memasuki babak baru. Setelah dikaji Bawaslu, kasus ini akhirnya diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bawaslu berkesimpulan, pose dua jari Rospita mengandung unsur dukungan kepada salah satu pasangan calon. Namun dugaan pelanggaran itu menjadi ranah KASN, karena lebih mengarah pada pelanggaran kode etik ASN.

Rospita dipersepsikan melanggar surat edaran Menpan RB tentang aturan cuti ASN yang hendak mendampingi suami atau istri dalam kampanye. Dalam edaran itu dijelaskan bahwa ASN yang cuti untuk mendampingi suami/istri dibolehkan, namun tidak boleh ikut kampanye aktif.

Baca Juga

Harus bersikap pasif. Tidak diperkenankan memberi dukungan secara verbal maupun dengan simbol jari. Dalam foto yang beredar pekan lalu, Rospita sangat jelas memberi dukungan dengan mengacungkan dua jari.

Karena itu Bawaslu meneruskan kasus ini ke KASN. KASN akan meneliti bukti bukti yang diserahkan untuk ditindaklanjuti.

Saat ini publik menanti ujung dari sengkrut ini. Sebab jika tak dituntaskan tentu akan meninggalkan banyak tanda tanya di tengah publik.

Publik menunggu bagaimana KASN menanganinya dengan proporsional. Agar ini menjadi patron ke depan bagi ASN untuk tidak terlibat dalam praktik politik praktis.

Sebab jika tak ada penanganan konkret, justru akan menjadi preseden buruk bagi Menpan RB. Di mana edaran yang bersifat mengikat itu terkesan diabaikan ASN.

Editor : Muh. Syakir
#Rospita Napa #Kadispar Tator Rospita Napa #Netralitas ASN #Pilkada Tator #Editorial
Berikan Komentar Anda