Selasa, 07 September 2021 13:22

Cerita Pilu Nelayan di Bulukumba, Seminggu tak Melaut Gegara Stok Solar di SPBU Kosong

Nelayan di Bulukumba yang tak melaut gegara stok solar kosong.
Nelayan di Bulukumba yang tak melaut gegara stok solar kosong.

Para nelayan juga meminta Pemkab Bulukumba turun tangan mencarikan solusi kekosongan bahan bakar di SPBU, yang nyaris terjadi setiap tahunnya.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Puluhan Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, kini menjerit. Pasalnya, mereka sudah seminggu tak melaut.

"Sekitar seminggu tidak melaut gara-gara solar. Nah sekarang musimnya ikan. Terpaksa kapal terparkir," kata salah satu nelayan yang sudah puluhan tahun melaut H Muhammad Nur.

Pria berusia 70 tahun itu bersama kawan-kawannya yang lain berharap agar stok solar di SPBU yang ada di Bulukumba dapat kembali normal, sehingga para nelayan juga dapat beraktivitas kembali.

Baca Juga

"Kita lihatmi, sekarang kami tinggal nongkrong. Tidak ada aktivitas lagi. Puluhan kapal tak melaut di sini karena tidak ada solar di SPBU," kata Muhammad Nur.

Selain itu, para nelayan juga meminta Pemkab Bulukumba turun tangan mencarikan solusi kekosongan bahan bakar di SPBU, yang nyaris terjadi setiap tahunnya.

"Kita berharap pemerintah punya solusi. Atau pun memberikan bantuan. Apalagi di pemerintahan sekarang punya tagline Dikerja Bukan Dicerita," jelas Muhammad Nur.

Ia mengungkapkan, dalam satu unit kapal nelayan di setiap beroperasi pulang pergi, sedikitnya membutuhkan 750 liter solar. Setiap satu unit kapal juga yang sudah seminggu tak melaut, tambahnya, memiliki kerugian cukup besar.

"Ini Kapal yang mau keluar adalah para nelayan yang membeli ikan di Selayar. Taksiran kerugian satu unit kapal sekitar Rp50 juta selama seminggu terparkir. Sementara di sini ada puluhan kapal tak melaut," urainya.

"Bahkan ada Kapal yang sudah tiga hari muat es tapi tidak ada solar. Es sudah mencair. Satu kapal muat 150 balok es," jelas Muhammad Nur menambahkan.

 

Penulis : Saiful
Editor : Jusrianto
#Solar Langka di Bulukumba #Nelayan Bulukumba
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer