Muh. Syakir : Senin, 13 September 2021 07:38
Gunawan

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Bulukumba meminta Pemkab turun tangan menyikapi kelangkaan solar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu. Sudah sepekan lebih nelayan tak melaut akibat kondisi ini.

"Kita minta Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati segera mencarikan solusi bagi nelayan yang mengeluhkan kelangkaan solar. Kasihan mereka (nelayan) kalau terus-terus seperti ini," kata Ketua Kadin Bulukumba, Gunawan, Ahad (12/9/2021).

Ia mengatakan pentingnya Pemkab Bulukumba melalui OPD terkait untuk memverifikasi dan memvalidasi data nelayan. Kata dia, setelah dilakukan validasi data, selanjutnya diberikan kartu nelayan yang akan diperlihatkan ke SPBU.

"Nah, kartu nelayan inilah yang nantinya dibawa ke SPBU sehingga memudahkan mereka untuk mendapatkan solar. Nelayan ini lebih prioritas mendapatkan solar dibanding penjual eceran," katanya.

Gunawan berpandangan jika nelayan tak melaut, bukan hanya berdampak pada nelayan tersebut. Tetapi kata dia, juga akan berdampak luas ke masyarakat, seperti kebutuhan primer yakni ikan yang tak lagi dikonsumsi seperti biasa.

"Kalau kondisinya begini, ikan juga langka di pasar. Sementara ikan adalah kebutuhan pokok untuk dikonsumsi," terang Gunawan.

Selain nelayan, menurut Gunawan, kelangkaan solar juga akan berdampak kepada petani. Apalagi saat ini, sudah memasuki musim panen dan akan berlanjut hingga musim tanam.

Ia menambahkan, semestinya Pertamina menambahkan kuota solar di Kabupaten Bulukumba. Alasannya, lanjutnya, Bulukumba memiliki jumlah penduduk yang besar dengan mayoritas masyarakatnya adalah petani dan nelayan.

"Kami menilai semestinya ada tambahan kuota solar di Bulukumba, sekaligus meminta Pemkab untuk berkomunikasi ke Pertamina," jelas Gunawan.

Sementara, Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf menyampaikan bahwa saat ini terjadi kebutuhan solar secara bersamaan antara nelayan, petani dan operasional kendaraan pengerjaan fisik. Ia meminta pertamina dapat menindaklanjuti kegelisahan masyarakat Bulukumba.

"Kita harapkan pihak pertamina untuk memperhatikan kebutuhan yang bersamaan ini di Bulukumba agar ada penambahan kuota," ujarnya.

Menurut Edy, terkadang solar tidak laku di musim-musim tertentu, saat tidak adanya musim tanam maupun panen, kurangnya musim melaut serta kurangnya kegiatan mobilitas fisik kendaraan.

"Kalau itu landasannya pertamina memberikan kuota solar di Bulukumba, pasti akan kekurangan kuota. Idealnya dipantau terus sehingga proyek pemerintah jalan, nelayan jalan dan petani juga jalan. Berarti ada penambahan kuota," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan nelayan di TPI Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, kini menjerit. Pasalnya, mereka sudah seminggu tak melaut.

"Sekitar seminggu tidak melaut gara-gara solar. Nah sekarang musimnya ikan. Terpaksa kapal terparkir," kata salah satu Nelayan yang sudah puluhan tahun melaut, H Muhammad Nur.

Pria berusia 70 tahun itu, bersama kawan-kawannya yang lain berharap agar stok solar di SPBU yang ada di Bulukumba dapat kembali normal, sehingga para nelayan juga dapat beraktivitas kembali.

"Kita lihatmi, sekarang kami tinggal nongkrong. Tidak ada aktivitas lagi. Puluhan kapal tak melaut di sini karena tidak ada solar di SPBU," kata Muhammad Nur.