Selasa, 14 September 2021 16:58

Balai Kota Kebobolan, Dewan: Sistem Pengawasan Lemah, Patut Dicurigai ada Orang Dalam

Ray Suryadi Arsyad.
Ray Suryadi Arsyad.

Ray meminta agar Satpol PP Makssar harus punya tim kerja khusus, bukan hanya mengurusi warga, tapi penting menjaga adet pemerintah.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Anggota Komisi A DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad menilai pencurian di Balaikota Makassar menjadi tanda tanya besar. Pasalnya selain barang elektronik, pencuri juga diduga mengamankan beberapa dokumen penting.

"Kita kecurian di dalam rumah sendiri, di dalam balai kota ini bukan hanya kepentingan pemerintah, melainkan kepentingan publik juga. Itu kan banyak data-data statistik masyarakat kita," tegasnya saat ditemui di Gedung DPRD Makassar, Selasa (14/9/2021).

Politisi Demokrat itu menilai sistem penjagaan di Balai Kota Makassar dangat lemah. Pengawasan yang dilakukan Satpol PP tidak ketat.

Baca Juga

"Memang perlu ada penjagaan ekstra karena banyak beberapa aset, bukan hanya barang tapi data yang dicuri. Ini kita tercoreng karena kurang pengawasan yang dilakukan Satpol. Karena mereka punya tugas yang jelas untuk mengamankan aset, tapi kenapa bisa kebobolan," jelasnya.

"Ini masih termasuk pencurian yang kecil, karena masih dalam keadaan fisik. Bayangkan kalau digital, ada yang mencoba meng-hacker data kita. Kita ini terlalu mementingkan hal-hal yang tidak terlalu penting dan mengabaikan suatu hal yang penting," tambahnya.

Ia meminta agar Satpol PP Makssar harus punya tim kerja khusus, bukan hanya mengurusi warga, tapi penting menjaga adet pemerintah.

"Saya lihat dalam proses pencurian itu, ada data yang diamankan. Kita harap dalam proses identifikasi merujuk ke sesuatu hal politis karena ada data yang diamankan. Ini ada modus lain yang bersifat mengsabotase, kalau memang data yang diamankan, ngapain pencuri mau mencuri data, kan tidak ada artinya kalau memang pencuri orientasinya hanya mencuri saja," bebernya.

"Itu yang harus ditelusuri data apa yang dicuri, apa yang menjadi penting bagi mereka. Itu harus difikirkan secara matang-matang. Ini kelalaian sistem kerja dari pengaman Satpol PP. Kecurigaan kita diperbesar mungkin ada orang dalam, ada yang terlibat disana. Ada orang yang berusaha menjatuhkan Pemkot melalui pencurian data. Data itu tidak didapatkan begitu saja ini perlu ditelusuri lebih penting," pungkasnya.

Diketahui, Kantor Balai Kota Makassar dibobol maling, di mana pelaku menggasak sejumlah barang dari beberapa ruangan di sana.

Setidaknya, ratusan barang milik Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berhasil digondol maling. dan mengakibatkan Pemerintah Kota Makassar mengalami kerugian mencapai Rp100 juta.

Sekretaris Dinas Keluarga Berencana, Ita Anwar, mengonfirmasi bahwa di bagian pihaknya pun ikut kebobolan.

Iya betul, total kerugian sekitar Rp 100 juta itu di tempatku,” kata dia, Selasa (14/9/2021), dikutip dari cnnindonesia.com

“Kamera harganya Rp 30 juta diambil, kemudian laptop 2, wireless, kertas dan tinta 70 botol. Soal laporan polisi nanti saya coba tanya staf,” bebernya.

Bukan hanya di ruang tersebut, Plt Kadispora Makassar, Husni Mubarak pun mengonfirmasi tempatnya yang berada di lantai 4 turut dibobol.

“Kalau saya itu sekitar 30 jutaan yang hilang barang. Itu semua barang milik kantor. Jadi waktu saya masuk, saya tanyakan keberadaan barang, ternyata hilang,” kata Plt Kadispora Makassar Husni Mubarak.

Editor : Jusrianto
#DPRD Makassar #Ray Suryadi Arsyad #Balai Kota Kebobolan
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer