Kamis, 23 September 2021 13:20

BRI Dituding Lakukan Kejahatan Perbankan, Deposito Rp1,3 M Milik Guru Besar di Makassar Hilang

Pengacara korban saat memperlihatkan bukti deposito dan laporan ke Polda Sulsel.
Pengacara korban saat memperlihatkan bukti deposito dan laporan ke Polda Sulsel.

"Kita laporkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel 16 September kemarin, kita anggap ini sudah kejahatan perbankan. Kami menganggap ini bukan kesalahan oknum semata, tapi ini juga tanggung jawab pimpinan," ungkap pengacara korban.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Seorang guru besar kampus ternama di Makassar akhirnya melaporkan salah satu kantor cabang bank plat merah di Makassar. Pasalnya dana deposito miliknya senilai Rp1,3 miliar dinyatakan hilang dan parahnya pihak Bank BRI hingga saat ini seolah-olah lepas tangan.

Pengacara korban Jhody Pama'tan didampingi anak korban mengatakan jika awalnya korban diajak untuk ikut sebuah program oleh karyawan bank tersebut dengan janji keuntungan.

Korban pun tertarik dan mendepositokan sejumlah uang masing-masing sebanyak 8 kali penyetoran dengan total Rp1,3 miliar sejak 2013 lalu.

Baca Juga

"Korban memang sempat menerima bunga melalui transfer, tapi belakangan tepatnya 2019 saat itu Oktober. Korban mau cek uangnya kan. Ada keperluan keluarga. Tapi alangkah kagetnya klien saya karena pihak BRI menilai dana tersebut tidak teregister dan tidak tercatat dalam sistem," ujar Jhody kepada wartawan.

Korban, kata Jhody, kemudian menunjukkan bilyet deposito dari bank tersebut. Dan parahnya bilyet tersebut tidak dipungkiri pihak BRI merupakan bilyet resmi banknya.

"Dia mengakui bilyet ini resmi, tapi tetap menganggap dana itu dinyatakan hilang dan tidak terdaftar dalam sistem. Dan itu kukuh dipertahankan pihak Bank BRI hingga beberapa kali pertemuan, termasuk saat itu bertemu dengan pimpinan cabang, ada management operasional dan dihadiri juga oleh legalnya dan bahkan terakhir itu dihadiri oleh pimpinan wilayahnya. Tapi tidak ada solusi," ujarnya.

Somasi pun dilayangkan, hingga tiga kali namun tetap tidak ditanggapi dan tidak ada itikad baik. Sehingga mau tidak mau korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel.

"Kita laporkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel 16 September kemarin, kita anggap ini sudah kejahatan perbankan. Kami menganggap ini bukan kesalahan oknum semata, tapi ini juga tanggung jawab pimpinan," tukasnya.

Bagaimana tidak, kata Jhody, seharusnya jika dana dinyatakan hilang, pihak bank harusnya melaporkan ini lebih dulu.

"Tapi faktanya kan tidak dilaporkan. Padahal ini kukuh dinyatakan hilang," ujarnya.

"Intinya saat ini kita serahkan semua ke pada pihak kepolisian. Mereka yang berwenang dan kami berharap kasus ini dibongkar, siapa yang bermain atas kejahatan perbankan," pungkasnya.

Diketahui saat ini pihak BRI Cabang Ahmad Yani Makassar hingga berita ini diterbitkan belum memberi klarifikasi atas tuduhan tersebut.

Saat dikonfirmasi, salah seorang legal kantor cabang Ahmad Yani enggan memberikan komentar.

"Saya sementara cuti, saat ini kita tunggu kabar dari pimpinan saja," pungkasnya.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Kejahatan Perbankan BRI #Deposito
Berikan Komentar Anda