Kamis, 23 September 2021 21:07

Kontraktor Feri Tanriadi dan NA Saling Tuding, Pengacara Curigai Keterangan Saksi

Sidang lanjutan kasus suap Nurdin Abdullah.
Sidang lanjutan kasus suap Nurdin Abdullah.

Nurdin menuturkan, jika Feri berkali-kali menawarkan bantuan. Olehnya dia meminta agar Feri berkata jujur.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sejumlah pengacara Nurdin Abdullah mencurigai keterangan Feri Tanriadi, Kontraktor yang siang tadi turut hadir memberikan keterangan terkait uang senilai Rp2,2 miliar yang disebutnya diberikan untuk uang operasional yang diminta Nurdin Abdullah.

Feri awalnya memang mengakui jika dirinya sangat ingin bertemu dengan Nurdin Abdullah. Dia mengatakan menjalin hubungan dengan Gubernur Sulsel merupakan sebuah kebanggaan sendiri.

Atas dasar itu dia kemudian menghubungi temannya bernama Gatot yang kebetulan menjadi Patwal Nurdin Abdullah. Feri kemudian meminta Gatot untuk menyampaikan pada Nurdin bahwa dirinya ingin sekali bertemu silaturahmi.

Baca Juga

Awal Januari, pada Minggu pertama Feri kemudian dipanggil Gatot ke Rumah Pribadi Nurdin Abdullah. Namun di sana Feri mengaku hanya bercerita soal penyakit dan dijanjikan obat diabetes.

Selanjutnya saat ditanyai pertemuan lainnya dengan NA. Feri mengaku bertemu Nurdin di Rumah Jabatan. Di sanalah kemudian Feri mengaku mendapat permintaan dari Nurdin.

"Saya dihubungi pak Ajudan Syamsul Bahri, diminta ketemu. Saya bilang boleh pak. Silakan ke rumah," ujar Feri melalui daring.

Disana Syamsul kemudian menyampaikan bahwa bapak (NA) membutuhkan bantuan dana operasional. Feri kemudian memanggil Usman, orang kepercayaannya.

Syamsul lantas diberi tahu, jika nanti untuk urusan uang itu akan diurus oleh Usman.

Selanjutnya Feri lantas masuk ke salah satu ruang penyimpanan. Di sana, Feri membuka brankas dan memasukkan uang Rp2,2 miliar dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu ke 3 kantong plastik hitam.

"Malam itu juga saya buka brankas saya. Di brangkas ternyata masih ada Rp2,5 miliar. Dan saya masukkan Rp2,2 miliar ke 3 kantong kresek. Warna hitam, Rp300 jutanya saya simpan lagi," terangnya.

Uang itu diserahkan pada Usman dan Usman mengurus uang itu untuk diserahkan pada Syamsul Bahri.

Namun begitu, pengacara Nurdin Abdullah curiga. Keterangan Feri tidak sepenuhnya benar.

"Apa motivasi saudara Feri bertemu dengan Nurdin Abdullah. Bapak inikan kontraktor. Masa ketemu pak Nurdin hanya untuk prestice saja?," Ujar Arman Hanis.

Arman Hanis mengatakan sangat tidak mungkin jika seorang Gubernur meminta bantuan pada seorang pengusaha yang baru dikenalnya.

"Saya pikir itu sangat janggal. Dia kan baru kenal. Masa sudah minta bantuan," ujarnya, hingga akhirnya Nurdin Abdullah yang juga terhubung secara daring angkat bicara.

* Nurdin Abdullah Sebut Feri yang Berinisiatif Memberi Bantuan

Nurdin Abdullah menyangkal jika dirinya meminta uang operasional. Dia menyebut jika selama ini Feri lah yang berkali-kali menawarkan bantuan.

"Saya tidak pernah bicara itu pak. Coba bapak ingat, kita bertemu tidak hanya dua kali pak. Bapak ingat waktu di Pesawat, bapak ingat waktu di Kebun. Saya bilang, kalau bapak memang mau membantu, itu bantu saja pembangunan masjid," pungkas Nurdin.

Nurdin menuturkan, jika Feri berkali-kali menawarkan bantuan. Olehnya dia meminta agar Feri berkata jujur.

Diketahui dalam sidang ini pengusaha sekaligus kontraktor besar Feri Tandiari turut dihadirkan sebagai saksi dan hadir secara daring.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Skandal Suap Nurdin Abdullah #Nurdin Abdullah #Feri Tanriadi
Berikan Komentar Anda