Muh. Syakir : Kamis, 23 September 2021 21:27
Tim pengacara Nurdin Abdullah dalam sidang siang tadi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Feri Tanriadi, kontraktor yang turut dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap Nurdin Abdullah, siang tadi membeberkan pernah menitipkan uang sebesar Rp2,2 miliar untuk Nurdin Abdullah. Uang itu dititipkan melalui ajudan NA, Syamsul Bahri.

Menurut Feri, uang Rp2,2 miliar itu disebutnya diberikan untuk uang operasional Nurdin Abdullah. Uang itu diminta Nurdin melalui ajudan.

Feri awalnya memang mengakui jika dirinya sangat ingin bertemu dengan Nurdin Abdullah. Dia mengatakan menjalin hubungan dengan Gubernur Sulsel merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

"Ya saya memang ingin sekali kenal dan bertemu beliau," katanya.

Atas dasar itu iaa kemudian menghubungi temannya bernama Gatot yang kebetulan menjadi Patwal Nurdin Abdullah. Feri meminta Gatot untuk menyampaikan pada Nurdin bahwa dirinya ingin sekali bertemu dan bersilaturahmi.

Awal Januari, pada Minggu pertama Feri kemudian dipanggil Gatot ke rumah pribadi Nurdin Abdullah. Namun di sana Feri mengaku hanya bercerita soal penyakit dan dijanjikan obat diabetes.

Selanjutnya saat ditanyai pertemuan lainnya dengan NA, Feri mengaku bertemu Nurdin di rumah jabatan. Di sanalah kemudian Feri mengaku mendapat permintaan dari Nurdin.

"Saya dihubungi pak ajudan Syamsul Bahri, diminta ketemu. Saya bilang boleh pak. Silakan ke rumah," ujar Feri melalui daring.

Di sana Syamsul kemudian menyampaikan bahwa bapak (NA) membutuhkan bantuan dana operasional. Feri kemudian memanggil Usman, orang kepercayaannya.

Syamsul lantas diberi tahu, jika nanti untuk urusan uang itu akan diurus oleh Usman. Selanjutnya Feri masuk ke salah satu ruang penyimpanan.

Di sana, ia membuka brankas dan memasukkan uang Rp2,2 miliar pecahan 100 ribu dan 50 ribu ke dalam tiga kantong kresek warna hitam.

"Malam itu juga saya buka brankas saya. Di brangkas ternyata masih ada Rp2,5 miliar. Dan saya masukkan Rp2,2 miliar ke tiga kantong kresek. Warna hitam, Rp300 jutanya saya simpan lagi," terangnya.

Uang itu diserahkan pada Usman. Usman mengurus uang itu untuk diserahkan pada Syamsul Bahri.

Namun begitu, pengacara Nurdin Abdullah curiga. Keterangan Feri tidak sepenuhnya benar.

"Apa motivasi saudara Feri bertemu dengan Nurdin Abdullah. Bapak inikan kontraktor. Masa ketemu pak Nurdin hanya untuk prestise saja?," ujar Arman Hanis.

Arman Hanis mengatakan sangat tidak mungkin jika seorang Gubernur meminta bantuan pada seorang pengusaha yang baru dikenalnya.

"Saya pikir itu sangat janggal. Dia kan baru kenal. Masa sudah minta bantuan," ujarnya, hingga akhirnya Nurdin Abdullah yang juga terhubung secara daring angkat bicara.

Nurdin Abdullah Sebut Feri yang Berinisiatif Memberi Bantuan

Nurdin Abdullah menyangkal jika dirinya meminta uang operasional. Dia menyebut jika selama ini Feri lah yang berkali-kali menawarkan bantuan.

"Saya tidak pernah bicara itu pak. Coba bapak ingat, kita bertemu tidak hanya dua kali pak. Bapak ingat waktu di pesawat, bapak ingat waktu di kebun. Saya bilang, kalau bapak memang mau membantu, itu bantu saja pembangunan masjid," pungkas Nurdin.

Nurdin menuturkan, jika Feri berkali-kali menawarkan bantuan. Olehnya dia meminta agar Feri berkata jujur.

Diketahui dalam sidang ini pengusaha sekaligus kontraktor besar Feri Tandiari turut dihadirkan sebagai saksi dan hadir secara daring.