Peringati HUT ke-61, Karang Taruna Paraikatte Gelar Diskusi Rekonstruksi Budaya Siri' na Pacce Pemuda Milenial
Ketua Umum Karang Taruna Desa Paraikatte Nurkhalis K berharap setelah diskusi ini, pemuda Desa Paraikatte terkhusus Pengurus Karang Taruna Desa Paraikatte diharapkan mampu memaknai dan mengimplementasikan apa yang tersirat dalam kata Siri' na Pacce.
GOWA, PEDOMANMEDIA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Karang Taruna ke-61, Karang Taruna Desa Paraikatte menyelenggarakan Diskusi Pemuda yang bertempat di Sekretariat Karang Taruna Desa Paraikatte.
Diskusi yang mengangkat tema "Rekonstruksi Budaya Siri' na Pacce Pemuda Milenial" dibawakan langsung oleh Muhammad Ainun Najib (Majelis Pertimbangan Karang Taruna Desa Paraikatte dan Dewan Pendiri DPP Aspirasi Pelajar Mahasiswa Indonesia).
Dalam diskusi kali ini Muhammad Ainun Najib didampingi oleh Rifaldi Gunawan (Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Karang Taruna Desa Paraikatte dan Demisioner Ketua PIKOM IMM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
Puluhan Pengurus Karang Taruna Desa Paraikatte hadir sebagai peserta dalam diskusi tersebut, juga dihadiri Ketua Umum Sanggar Seni Moncong Sileo (Fitrah Ramadhan) dan Ketua Umum DPP Aspirasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (Syahrul).
Muhammad Ainun Najib selaku pemateri sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kedepannya terlahir pemuda yang menjunjung tinggi adat istiadat suku Makassar, tetapi tetap patuh dan taat terhadap hukum yang berlaku di negara ini.
"Tindakan yang harus dilakukan pemuda Milenial, bukanlah penerapan sanksi seperti yang dilakukan para pendahulu kita, namun lebih kearah bagaimana kita mencegah tindakan yang mempermalukan diri dan juga keluarga ataupun kelompok dalam masyarakat, serta mampu mengimbangi arus teknologi yang semakin deras dan mengikis budaya lokal (Sipakatau, Sipakainga', dan Sipakalabbiri)," ungkapnya.
Rifaldi Gunawan selaku moderator menambahkan Budaya Siri' na Pacce harus dimaknai sama seperti tindakan amar ma'ruf nahi mungkar.
"Nahi mungkar (Mencegah Kemungkaran) menurut Prof Abdul Mu'ti (Sekum PP Muhammadiyah) adalah tidak hanya sekedar melakukan tindakan yang terkesan Represif (Pemberlakuan Sanksi), namun juga dapat dilakukan dengan tindakan Preventif, yakni Pencegahan terhadap suatu tindakan yang bersifat tabu atau merusak moral dan norma sosial dikalangan pemuda," bebernya.
Ketua Umum Karang Taruna Desa Paraikatte Nurkhalis K berharap setelah diskusi ini, pemuda Desa Paraikatte terkhusus Pengurus Karang Taruna Desa Paraikatte diharapkan mampu memaknai dan mengimplementasikan apa yang tersirat dalam kata Siri' na Pacce dalam siklus berlembaga maupun bermasyarakat, tentunya menyingkronkan dengan kaidah dan norma yang berlaku.
Citizen: Nurkhalis
