TORUT, PEDOMANMEDIA - Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang membuka kegiatan Koordinasi Penyusunan Regulasi Penguatan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) bagi sasaran kunci pencegahan stunting yang berlangsung di Rantepao, Rabu (29/9/2021).
Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara menegaskan bahwa pencegahan stunting diperlukan komitmen dan konsistensi.
Pencegahan stunting ini harus dimulai dari awal, ketika sebelum menikah harus diberikan pengetahuan untuk mencegah stunting. Ingat, jangan membuat program asal-asalan atau hanya sekedar formalitas saja. Pencegahan stunting harus berjalan secara terus (berkelanjutan), kita harus komitmen dan konsisten untuk mencegah stunting di daerah kita," ungkap Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang yang akrab disapa Ombas.
Apik Indarty Moedjiono pendamping KAP dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas menuturkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan regulasi yang dapat menaungi program pencegahan stunting.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan suatu regulasi yang dapat menaungi program-program yang dilakukan untuk pencegahan stunting. Masalah sekarang stunting adalah mengubah perilaku dan pola pikir, sehingga benar-benar sesuai dengan Arahan bapak bupati bahwa sosialisasi itu harus dilaksanakan pada remaja yang akan menikah. Stunting ini dapat kita cegah jika seluruh lapisan masyakarat dan pemerintah daerah bahu-membahu dalam pencegahan stunting," ungkap Apik Indarty Moedjiono.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, 29-30 september 2021 yang diikuti oleh dinas-dinas terkait.
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Ombas Isyaratkan Maju Lagi di Pilkada Torut 2029: Kalian yang Artikan
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan
-
Pemkab Torut Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026