Kamis, 30 September 2021 18:54

Belum Cukup Syarat, Kejati Sulsel Kembalikan Berkas 13 Tersangka Korupsi RS Batua

Bangunan Rumah Sakit Tipe C Batua, Jalan Abdullah Dg Sirua, Makassar terbengkalai usai dikorupsi sejumlah pihak (int)
Bangunan Rumah Sakit Tipe C Batua, Jalan Abdullah Dg Sirua, Makassar terbengkalai usai dikorupsi sejumlah pihak (int)

Setelah diteliti secara cermat masih ditemukan beberapa hal yang masih harus diperbaiki. Sehingga kata Idil, berkas perkara dikembalikan disertai dengan petunjuk.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Jaksa Peneliti Kejaksaan Tinggi Sulsel akhirnya merampungkan pemeriksaan berkas perkara 13 tersangka kasus RS Batua.

Hari ini, berkas tersangka dikembalikan (P-18) ke Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil saat dikonfirmasi mengatakan berkas 13 tersangka kasus total loss pembangunan RS Batua setelah diteliti secara cermat masih ditemukan beberapa hal yang masih harus diperbaiki.

Baca Juga

"Oleh karenanya berkas perkara kita kembalikan ulang pada penyidik untuk diperbaiki. Dimana pengembalian berkas, oleh Jaksa peneliti sudah disertai dengan petunjuk," ungkap Idil Kamis (30/9/2021).

Pengembalian berkas menurutnya bukan merupakan upaya memperlambat, hanya saja sudah selayaknya jaksa menerima berkas perkara yang telah lengkap baik formil dan materilnya.

"Inikan masalah syarat formil dan materil, jangan sampai ada celah hukum sehingga membuat celah bagi tersangka," ungkapnya.

Kendati enggan menyebutkan apa-apa saja petunjuk dalam surat P-19, namun Idil mengatakan petunjuk tersebut berkaitan dengan kelengkapan berkas perkara, termasuk didalamnya untuk memenuhi syarat formil dan materil.

"Pada intinya itu untuk kelengkapan syarat formil dan materil. Kita tidak mau ada masalah dikemudian hari saat sidang pembuktian," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya 13 orang ditetapkan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel sebagai tersangka total loss pembangunan RS Batua di Abdullah Dg Sirua, Kota Makassar.

Mereka ditengarai terlibat dalam kasus tersebut hingga pengerjaannya tidak memenuhi syarat bangunan. Bahkan akibat perbuatan mereka, negara dirugikan hingga Rp2,2 miliar.

Diketahui para tersangka masing masing-masing adalah Pengguna Anggaran bernama dokter Andi Naisyah Tun Azikin, kemudian KPA/PPK dokter Sri Rimayani, kemudian PPTK Muh Alwi, dan PPHP bernama Firman.

Selanjutnya ada Hamsaruddin, Mediswati dan Andi Sahar yang merupakan Pokja 3. Serta lima orang tersangka lainnya masing-masing M Kadafi (swasta), Andi Ilham Hatta Sulolipu, Andi Erwin Hatta dari PT MSS, Danthe Runtulolo, Anjas Prasetya dari CV Sukma Lestari dan terakhir Ruspiyanto yang merupakan Inspektur pengawasan.

Editor : Muh. Chaidir
#Kejati Sulsel #Korupsi RS Batua #Pemkot Makassar #Polda Sulsel
Berikan Komentar Anda