Jumat, 01 Oktober 2021 15:38

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kredit Fiktif Bank Sulselbar Bulukumba

Kasipenkum Kejati Sulsel Idil.
Kasipenkum Kejati Sulsel Idil.

Idil tak menampik MRR melalui penasehat hukumnya memang sempat menuding dakwaan JPU samar. Bahkan menganggap perkara ini hanyalah pidana biasa.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Mencoba berkilah dan menganggap kasus yang di hadapinya adalah kasus pidana umum biasa, terdakwa kasus kredit Fiktif Bank Sulselbar M Iqbal Reza Ramadhan (MRR) akhirnya harus pasrah. Majelis hakim menolak secara keseluruhan materi eksepsinya.

Hal itu diungkap Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Idil. Menurutnya, dalam agenda putusan sela Kamis kemarin, eksepsi terdakwa MRR ditolak dan hakim meminta untuk dilanjutkan ke sidang pembuktian.

Idil tak menampik MRR melalui penasehat hukumnya memang sempat menuding dakwaan JPU samar. Bahkan menganggap perkara ini hanyalah pidana biasa.

Baca Juga

"Kan sempat dia bilang dakwaan kami samar. tapi hakim berpendapat sama dengan kami. Dan akhirnya dalam putusan sela, hakim menolak eksepsi terdakwa," ujarnya.

Lantaran eksepsi ditolak, ke depan kata Idil pembuktian akan digelar. Sejumlah saksi akan dihadirkan untuk memberikan keterangan sekaitan dengan perbuatan terdakwa.

"Sidang pembuktian itu kita mulai Selasa depan," pungkasnya.

Setelah didakwa dengan sejumlah pasal korupsi dan Pencucian uang, terdakwa melakukan perlawanan dan melayangkan nota eksepsi.

Dalam nota tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya Ahmad Farid menilai dakwaan JPU kabur. Sebab dalam uraian dakwaan JPU, Penuntut Umum justru menyertakan pasal 55 KUHP.

Sementara kata Ahmad Farid, dalam kasus ini hanya ada terdakwa tunggal. Yang kedua kata Ahmad Farid, dalam uraian kronologis JPU banyak menjelaskan tentang manipulasi dan pemalsuan dokumen. Yang mana hal itu menunjukkan peristiwa pidana umum dan bukan pidana khusus.

"Dari halaman 1 sampai 11 Jaksa Penuntut menguraikan kronologis perbuatan terdakwa yang mana setelah kami cermati dari kronologis tersebut seharusnya bukan tidak pidana khusus. Melainkan tindak pidana umum yang seharusnya dibuktikan terlebih dahulu," ujarnya.

Olehnya atas dasar tersebut Ahmad Farid berharap Majelis Hakim menolak dakwaan JPU. Sebab dakwaan tersebut sudah seharusnya batal demi hukum. Atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.

Diketahui sebelumnya terdakwa ketahuan mengajukan dan mencairkan dana kredit nasabah hingga 160 pengajuan kredit fiktif dengan menggunakan sejumlah identitas palsu. Dan atas perbuatannya negara dirugikan hingga Rp25 miliar.

Tidak hanya itu, hasil pengembangan penyidik juga kemudian menemukan upaya pencucian uang. Sejumlah barang berharga serta aset disita penyidik pidsus Kejati Sulsel.

Beberapa diantaranya seperti sepeda motor, mobil mewah, rumah toko, percetakan, salon hingga sebuah cafe di Bulukumba.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Kejati Sulsel #Dugaan Kredit Fiktif Bank Sulselbar Bulukumba #Eksepsi Kredit Fiktif Ditolak
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer