Selasa, 05 Oktober 2021 09:35

Pandora Papers Bongkar Skandal Pajak Pemimpin dan Pesohor Dunia: Luhut Masuk

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Ada sekitar 300 politisi dari 90 negara disinggung dalam dokumen tersebut. Mereka menyembunyikan harta melalui perusahaan offshore.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pandora Papers menggegerkan dunia. Dalam sebuah laporan investigasi mereka mengungkap adanya dokumen skandal pajak yang melibatkan puluhan pemimpin dunia dan para pesohor.

Mereka yang disebut dalam laporan Pandora Papers mulai dari para raja di Timur Tengah, pemimpin di dataran Eropa hingga para selebriti dunia. Data ini pertama kali terkuak dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).

"Mereka menggunakan rekening luar negeri hingga perwakilan luar negeri untuk membeli ratusan juta dolar properti di negara lain, dan untuk memperkaya keluarga mereka sendiri dengan mengorbankan warga negara mereka," ungkap penyidik dari ICIJ, Fergus Shiel dikutip dari BBC, Senin (4/10/2021).

Baca Juga

Tiga temuan Pandora Papers di antaranya ada Raja Yordania Abdullah II yang memiliki perusahaan di surga pajak untuk mengumpulkan properti senilai US$ 100 juta dari Malibu, California hingga Washington Amerika Serikat (AS) lalu London Inggris.

Ada juga Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev yang diduga terlibat transaksi properti senilai ratusan juta di Inggris. Dia sendiri telah lama dituduh korupsi di negerinya.

Lalu disebut pula bagaimana Perdana Menteri Ceko Andrej Babis membeli sebuah puri di selatan Prancis senilai US$ 22 juta. Meskipun lagi-lagi pejabat publik itu mengaku tak pernah melakukan hal ilegal atau salah.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan juga masuk dalam laporan di mana dia disebut diam-diam memiliki perusahaan dan perwalian dengan jumlah jutaan dolar. Ada juga presiden Rusia Vladimir Putin. Meski tak disebutkan langsung dalam file itu, dia dihubungkan dengan aset rahasia di Monaco.

"Terutama rumah tepi laut yang diperoleh oleh seorang wanita Rusia yang diyakini memiliki anak dengan pemimpin Rusia itu," tulis AFP.

Mantan PM Inggris Tony Blair juga disebut. Dia menghindari membayar bea materai dari properti jutaan pound di London, ketika ia dan istri membeli perusahaan lepas pantai miliknya.

Selain para politisi, sejumlah pesohor bumi juga muncul dalam Pandora Papers yakni penyanyi Shakira, supermodel Jerman Claudia Schiffer.

Ada Nama Luhut Pandjaitan

Yang mengejutkan nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terseret dalam Pandora Papers. Ia disebut terkait perusahaan asal Panama yaitu Petrocapital S.A.

Dikutip detikcom, Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi mengatakan Petrocapital S.A. merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republik di Panama. Perusahaan itu didirikan pada 2006 oleh Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil.

Salah satu bidang usaha Petrocapital S.A adalah minyak dan gas bumi dengan memiliki modal disetor senilai US$ 5.000.000. Luhut, diakui Jodi pernah menjabat di perusahaan tersebut.

"Bapak Luhut B. Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada tahun 2007 hingga pada tahun 2010," ujar Jodi.

Ada sekitar 300 politisi dari 90 negara disinggung dalam dokumen tersebut menyembunyikan harta melalui perusahaan offshore. Jumlah totalnya tidak diketahui dengan pasti, perkiraannya sekitar US$ 5,6 triliun (Rp 78.400 triliun) hingga US$ 32 triliun (Rp 448.000 triliun) menurut ICIJ.

Editor : Muh. Syakir
#Luhut Binsar Pandjaitan #Pandora Papers #Skandal Pajak
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer