Kematian Akibat Corona di RI Tinggi, Jokowi "Jewer" Gubernur
Angka kematian akibat Corona di RI masih tinggi. Sementara angka kesembuhan rendah. Karena itu Presiden Jokowi meminta para kepala daerah lebih agresif
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo meminta gubernur melakukan evaluasi menyeluruh agar angka kematian akibat Corona bisa ditekan. Ia menyebut Indonesia mencatat angka kematian mencolok di atas rata-rata kematian di dunia.
"Angka kematian di Indonesia lebih tinggi dari angka rata rata dunia. Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Jadi kita harus ada evaluasi. Seluruh gubernur perlu untuk melihat angka angka ini," jelas Jokowi dalam rapat terbatas penanganan Covid-19, Senin (28/9/2020).
Jokowi juga memaparkan kasus aktif Corona di Indonesia menyentuh angka 22,46 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata dunia 23,13 persen.
Menurutnya ini capaian bagus yang harus bisa ditingkatkan. Jokowi mengatakan perbaikan bisa dilakukan dengan menerapkan standar pengobatan Covid-19 sesuai protap Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Jokowi juga meminta persiapan secara detil pemberian vaksin Corona sudah bisa dilaporkan dalam 2 minggu. Dalam skema penanganan ke depan, gubernur harus lebih agresif.
"Gubernur punya peran sentral dalam seluruh rangkaian penanganan Corona. Ke depan kita akan mulai masuk pada skema vaksinasi. Di sini kepala daerah saya minta menjadi lebih aktif," pinta Jokowi.
Jokowi mengungkapkan ia telah menerima data data soal perkembangan Corona. Data yang diperoleh per 27 September 2020, rata-rata kasus (virus Corona) aktif di Indonesia itu 22,46 persen. Ini sedikit lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Namun, kematian akibat Corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia.
"Ini harus jadi perhatian. Di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Ini menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian," katanya.
Ia menyebutkan juga yang perlu diteruskan adalah angka kesembuhan. Angka kesembuhan Corona di Indonesia lebih rendah dari rata-rata dunia, yaitu 73,76 persen berbanding 73,85 persen. Hingga Minggu (27/9), kasus positif Corona kumulatif di Indonesia mencapai 275.213 dan total pasien sembuh 203.014 orang.
Jokowi juga menekankan standar pengobatan Covid-19 harus tetap mengacu pada srandar Kemenkes. Standar berlaku menyeluruh. Baik di rumah sakit maupun di wisma wisma karantina.
"Penerapan standar pengobatan itu penting diterapkan. Sehingga diharapkan dengan standarisasi itu dapat menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan dari virus Corona. Ini penting sekali sehingga kita harapkan nanti angka kematian akan semakin menurun kemudian angka kesembuhan akan semakin lebih tinggi," imbuhnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
