Danny Ngotot Pakai GeNose Meski Ditolak IDI: Mau Komplain? Ke Kemenkes
Danny menyebut bahwa IDI bukan yang memberi otorisasi izin penggunaan alat GeNose. Selama pemerintah berikan izin pihaknya tetap mengikuti.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, akan tetap memakai alat Gadjah Mada Electronic Nose (GeNose) untuk memastikan kesehatan paru-paru para peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Danny tak peduli meski GeNose ditolak IDI.
Danny Pomanto sapaan Wali Kota Makassar mengatakan, pihaknya telah melakukan konsultasi kepada pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menciptakan alat GeNose, terkait penggunaannya bagi peserta didik.
"Saya konsultasi kemarin dengan UGM untuk penggunaan GeNose. Bukan untuk testing tapi untuk screaning. Bahkan UGM bilang kita baru merencanakan, Makassar sudah duluan," katanya, Selasa (19/10/2021).
Ke depan kata Danny, Pemkot Makassar akan kembali membuka sekolah tatap muka untuk tingkat SD di Kota Makassar dan menambah sekolah SMP untuk PTM.
Diketahui saat ini hanya ada 28 sekolah di setiap kecamatan yang mengikuti PTM. Satu kecamatan hanya bisa membuka 2 sekolah, satu SMP negeri dan satu SMP swasta di wilayah yang dianggap aman untuk digelar PTM.
"Kalau keadaan sudah membaik kita buka SD. Kita perbanyak SMP. Jadi perbanyak SMP, SD kita simulasikan," ungkap Danny.
Danny juga tak mempermasalahkan Terkait adanya penolakan penggunaan GeNose dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar.
Danny menyebut bahwa IDI bukan yang memberi otorisasi izin penggunaan alat GeNose. Selama pemerintah memberikan izin penggunaan GeNose, maka pihaknya tetap mengikuti.
"Kalau ada komplain begitu, komplain sama Kemenkes yang memberi izin. Komplain sama negara yang merekomendasikan itu. Jangan ke kita (Pemkot)," terangnya.
"Kalau saya selama negara mengakui saya ikut negara," tegasnya.
Ketua IDI Kota Makassar, Dr Siswanto Wahab sebelumnya mengatakan, alat GeNose tidak akurat dan bukan diperuntukkan untuk pemeriksaan paru-paru.
"GeNose bukan untuk pemeriksaan paru-paru. Kalau mau pemeriksaan paru-paru, gunakan CT Toraks," ujar Siswanto belum lama ini.
IDI merekomendasikan penggunaan PCR untuk testing Covid-19 sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan simulasi PTM terbatas.
Hal senada juga dikatakan Humas IDI Makassar, dr Wahyudi Muchsin. Ia mengatakan IDI Makassar menolah penggunaan GeNose bagi peserta didik.
"IDI Makassar tolak GeNose untuk testing pelajar Makassar apapun alasannya," tandasnya.
Pemkot Makassar sendiri untuk saat ini belum menggunakan GeNose. Akan digunakan saat mengikuti evaluasi per dua pekan bagi siswa yang menggelar PTM secara bertahap.
Penulis: Nurjannah
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
