Rabu, 20 Oktober 2021 22:09

Indonesia dan Tiga Negara ASEAN Sepakat Tekan Junta Militer Myanmar

Lambang kelompok negara-negara ASEAN. (Foto: Int)
Lambang kelompok negara-negara ASEAN. (Foto: Int)

Ketua ASEAN, Brunei Darussalam, akhirnya memutuskan untuk tak mengundang pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN virtual yang akan berlangsung 26-28 Oktober.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Tiga negara ASEAN dan Indonesia dilaporkan mendorong asosiasi negara Asia Tenggara itu untuk meningkatkan tekanan terhadap junta militer Myanmar.

Menurut empat sumber awal, pertemuan di luar negeri ASEAN di Indonesia Malaysia, Singapura, dan Filipina menuntut pertemuan tersebut lebih menekankan junta militer Myanmar.

Empat negara itu menilai junta militer Myanmar tak maju demi kemajuan dalam menghadapi Lima Poin Konsensus untuk menangani krisis pascakudeta yang disepakati pada KTT April lalu di Jakarta.

Baca Juga

Salah satu sumber mengatakan rapat menlu ASEAN itu pun berjalan 'tegang' karena tak semua negara setuju untuk meningkatkan tekanan terhadap junta Myanmar.

Para menlu negara ASEAN dikabarkan terpecah antara berpegang teguh pada prinsip-prinsip non-intervensi dengan mempertahankan keputusan yang dinilai tidak dapat menyelesaikan krisis di antara anggotanya.

"Suasana pertemuan tidak pernah setegang ini," kata salah satu sumber yang ikut dalam pertemuan itu," kata salah satu diplomat dari negara ASEAN yang ikut pertemuan itu seperti yang dikutip dari Reuters  Rabu (20/10/2021).

"Jika Anda bertanya kepada saya apakah ASEAN melakukan hal seperti ini setahun yang lalu, saya mengatakan itu tidak pernah terjadi. ASEAN sedang berubah," paparnya menambahkan.

Dalam pertemuan itu, Ketua ASEAN tahun ini, Brunei Darussalam, akhirnya memutuskan untuk tak mengundang pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN virtual yang akan berlangsung 26-28 Oktober.

ASEAN justru berencana mengundang 'perwakilan nonpolitik' dari Myanmar.

Keputusan itu dinilai melenceng dari kebijakan ASEAN terkait mengayomi dan non-intervensi yang selama puluhan tahun dipegang teguh negara anggota.

Melalui kicauan di Twitter, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan hasil pertemuan menlu ASEAN itu adalah "keputusan sulit tetapi perlu untuk menegakkan kredibilitas ASEAN."

Sementara itu, Menlu Filipina Teodoro Locsin mengatakan blok negara Asia Tenggara tersebut tidak dapat lagi mengambil sikap netral terhadap Myanmar.

"Jika mengalah, kredibilitas kami sebagai organisasi regional yang nyata menghilang. Kami adalah sekelompok orang yang selalu setuju satu sama lain pada hal-hal yang tidak berharga".

Senada dengan Balakrishnan dan Locsin, Menlu RI Retno Marsudi juga mengatakan bahwa Indonesia mengusulkan Myanmar tidak diwakilkan oleh perwakilan perwakilan di KTT ASEAN nanti.

 

Editor : Amrin
#Negara Serumpun #ASEAN #Asia Tenggara
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer