Kamis, 21 Oktober 2021 21:41

Entaskan Kekurangan Gizi Anak, Bupati Bulukumba Gerebek Stunting di Desa Salassae

Bupati Bulukumba sambangi rumah warga. (Foto: Ist)
Bupati Bulukumba sambangi rumah warga. (Foto: Ist)

Kekurangan gizi pada masa kanak-kanak bukan saja berkonsekuensi di usia kecil anak, tetapi akan berdampak sepanjang hidupnya.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA – Bentuk komitmen dan keseriusan aksi nyata dalam menangani pencegahan Stunting di Kabupaten Bulukumba, Bupati HA Muchtar Ali Yusuf mencanangkan serta memantau langsung pelaksanaan “Gerebek Stunting” di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kamis (21/10/2021).

Turut hadir para Kepala OPD, Camat Bulukumpa, para Pengurus TP-PKK Kab. Bulukumba, para Kepala Desa se-Kecamatan Bulukumpa, serta Tim Konvergensi Pencegahan dan Penanganan Stunting Kab. Bulukumba.

Diketahui, gerebek stunting merupakan sebuah tindaklanjut dari pelaksanaan rembuk stunting yang digelar beberapa bulan yang lalu sebagai bentuk perhatian besar bupati terhadap permasalahan stunting.

Baca Juga

Bupati Muchtar Ali Yusuf berpandangan, kekurangan gizi pada masa kanak-kanak bukan saja berkonsekuensi di usia kecil anak, tetapi akan berdampak sepanjang hidupnya. Olehnya dirinya menilai gerebek stunting ini adalah langkah strategis untuk percepatan pencegahan dan penanganan stunting di seluruh wilayah Bulukumba.

“Kita pemerintah daerah, terutama pemeritah desa dan kelurahan, malu kalau masih banyak warga kita yang mengalami stunting atau terindikasi mengalami gejala stunting,” terangnya.

Bupati meminta agar pelaksanaan gerebek stunting tersebut harus dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan terukur, sehingga dalam pelaksanaanya dapat dievaluasi serta mengambil tindakan dalam penanganannya, khususnya pada wilayah-wilayah yang masuk zona merah stunting.

“Untuk memastikan kondisi masyarakat terhadap gejala stunting ini, maka kita harus turun ke lapangan door to door mengecek kesehatan setiap rumah keluarga melalui gerakan gerebek stunting ini,” ungkap Muchtar Ali Yusuf.

Andi Utta sapaan akrabnya berharap peranan besar dari seluruh pihak, khususnya para Kepala Desa dan Lurah untuk dapat mengantisipasi sedini mungkin apabila ada warga balitanya yang mengalami atau pun terindikasi stunting, serta terus memperkuat koordinasi sehingga gerakan gerebek stunting dapat berjalan secara efektif dan permasalahan stunting bisa lebih cepat dituntaskan.

“Saya tekankan, setelah ini jangan cuma seremonial saja, tapi Dikerja Bukan Dicerita. Ke depan, hasil dari pelaksanaan gerebek stunting ini nantinya segera dilaporkan dan ditangani secara terpadu oleh pihak-pihak terkait,” jelas Andi Utta.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga sebagai Ketua Tim Koordinasi Pencegahan dan Penangan Stunting Kab. Bulukumba, Wahyuni AS. Mars menuturkan bahwa tujuan pelaksanaan gerebek stunting yakni untuk melacak dan mendeteksi dari rumah ke rumah setiap keluarga yang terkait kemungkinan terdapat stunting.

"Juga untuk mengontrol dan memantau penerima layanan penanganan stunting, serta untuk mempermudah setiap OPD dalam mengintervensi kegiatan pada lokus stunting," urainya.

Sementara, Kepala Desa Salassae Gito Sukamdani mengapresiasi serta mendukung penuh langkah tersebut. Pihaknya siap menyukseskan gerakan gerebek stunting di Desa Salassae, yang mana merupakan lokasi perdana pencanangan geebek stunting.

“Spirit Dikerja Bukan Dicerita menjadi nutrisi, semangat, dan harapan kami untuk melaksanakan program maupun kegiatan termasuk gerakan gerebek stunting,” ucap Gito.

Sekadar diketahui, Bupati Muchtar Ali Yusuf menempelkan stiker pendataan keluarga locus stunting di beberapa rumah warga di Desa Salassae. Bupati juga mengukuhkan Ketua TP-PKK Bulukumba Ira Kasuara beserta Wakil Ketua TP-PKK Bulukumba Inas Utami Muchtar sebagai Duta Stunting Bulukumba 2021.

Penulis : Saiful
Editor : Amrin
#Pemkab Bulukumba # Bupati Bulukumba # Gerebek Stunting
Berikan Komentar Anda