Amrin : Selasa, 02 November 2021 22:18
Wabup Lutra melakukan coffe morning bersama pejabat teras Pemkab Lutra. (Foto: Ist)

LUTRA, PEDOMANMEDIA - Aktivitas perekonomian di Masamba, ibukota Kabupaten Luwu Utara (Lutra) kini mulai bergairah pascabencana banjir bandang setahun yang lalu dan di tengah suasana pandemi Covid-19.

Hal itu dibuktikan dengan menjamurnya jejeran lapak pegadang kami lima (PK5) yang menghiasi sepanjang jalan protokol Kota Masamba.

Kondisi ini menggambarkan bahwa roda perekonomian sudah mulai tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kendati demikian, kesemrawutan juga terlihat jelas. Jejeran lapak PK5 tampak belum tertata baik, sehingga belum memenuhi estetika yang diinginkan.

Melihat hal ini, Wakil Bupati (Wabup) Lutra, Suaib Mansur, mengajak seluruh perangkat daerah terkait untuk membahas penataan dan pembinaan PK5 di Kota Masamba yang dikemas dalam sebuah acara Coffee Moorning, Selasa (2/11/202).

Suaib mengatakan, masyarakat harus bisa merasakan kehadiran pemerintah, termasuk dalam penataan dan pengaturan PK5 yang menghiasi sepanjang jalan utama di Kota Masamba.

“Kita tidak melarang PK5 berjualan, tapi perlu diatur dan memperhatikan estetika serta memperhatikan jenis produk yang boleh dijual dan tidak boleh dijual di pinggir-pinggir jalan,” tukasnya.

Suaib mengakui, tumbuhnya pedagang seperti itu membuktikan bahwa perekonomian Luwu Utara mulai tumbuh dan berkembang. Hanya saja, kata dia, harus ada pengaturan lapak, karena tidak semua pinggir jalan bisa dijadikan tempat berjualan.

“Harus diatur di tempatnya,” tegas dia.

Dikatakan Suaib, tidak semua lokasi bisa dilakukan pembangunan darurat lapak PK5.

“Sepanjang jalan kota, harus diatur di mana saja boleh membangun. Sekali lagi, kita tidak melarang, tapi hanya diatur, agar masyarakat tidak langsung membangun di mana saja. Kalau perlu buat desainnya, nanti mereka yang membangun agar lebih tertata rapi dan ekonomi juga berjalan,” imbuhnya.