WAJO, PEDOMANMEDIA - Angin segar bagi para nelayan Danau Tempe, Kabupaten Wajo. Ikan sapu-sapu yang dulunya yang selama ini dianggap hama dan menjadi predator bagi spesies ikan asli di danau tempe, kini dimanfaatkan jadi olahan makanan dan sumber protein utama untuk pembuatan pakan ikan budi daya.
Tak sekadar cerita lagi, hal ini telah dipratekkan masyarakat Desa Mallusesalo, Kecamatan Sabbangparu pada kegiatan pelatihan pengolahan pakan dari Ikan Sapu-Sapu yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Wajo bekerjasama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud, didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wajo, Nasfari, Rabu (3/11/2021) kemarin.
Amran Mahmud mengatakan, ikan sapu-sapu atau biasa disebut ikan tokek yang dulunya menjadi wabah dan musuh nelayan kita bisa dimanfaatkan.
"Sebelumnya sudah dilakukan penelitian, dan ikan sapu-sapu ini mengandung protein cukup tinggi. Hasil olahannya bisa dibuat tepung, abon, nugget, bakso dan juga sebagai pakan ikan dan itik," kata Amran.
Suami Sitti Maryam ini pun berharap, dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa menyerap ilmu dan berbagi ke warga lain, sehingga ada nilai ekonomis yang bisa didapat dari ikan tokek.
"Karena ini kalau diolah dengan baik bisa menghasilkan uang. Jadi ikan tokek yang dulunya menjadi tidak bernilai, sekarang bisa bernilai ekonomi," ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wajo, Nasfari menyebut, telah melakukan dua kali riset untik ikan sapu-sapu ini.
"Riset pertama bisa jadi olahan seperti dibuat olahan, bakso, abon dan nugget. Kedua, dapat dimanfaatkan menjadi tepung ikan dan sumber protein utama untuk pembuatan pakan bagi ikan budi daya," sebutnya.
BERITA TERKAIT
-
Bupati Andi Rosman Siap Kolaborasi Pemprov Sulsel Perkuat Kebijakan Sektor Pertanian
-
DLH Perkenalkan 'Wajo Green Pest', Cairan Antirayap Dibuat dari Limbah
-
Hadiri HUT ke-67 Maros, Andi Rosman Kenang 30 Tahun jadi ASN
-
Andi Rosman: Bantuan Alsintan Dorong Pertanian di Wajo Lebih Produktif
-
Pembukaan Porsenijar PGRI, Andi Rosman: Momen Dongkrak Mutu Pendidikan