Gowa Dapat Alat PCR: Hasil Tes Cuma Butuh 1 Jam, Akurasinya 95%
Mesin PCR tersebut dinilai cocok digunakan di Indonesia yang membutuhkan kecepatan distribusi. Memiliki ukuran yang relatif kecil.
GOWA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kabupaten Gowa menerima bantuan alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Pemkab akan memaksimalkan testing setelah hadirnya alat ini.
Alat ini didatangkan Mico Biomed melalui PT Langit Pandu Anugrah bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin Makassar. Gowa sendiri mulai mencatat penurunan kasus dalam sebulan..
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Kabupaten Gowa menjadi salah satu kabupaten penerima alat PCR dari Mico Biomed Korea Selatan melalui PT. Langit Pandu Anugrah. Gowa dianggap sukses dalam penanganan pandemi.
"Alat PCR yang diterima ini hasilnya dapat keluar dalam 1 jam, dengan akurasi sampai 95%. Ini tentu sangat membantu Pemerintah Kabupaten Gowa dalam rangka membantu testing dan tracing Covid-19," terang Adnan.
Ia mengungkapkan bahwa ini adalah langkah bersama dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Meskipun saat ini situasinya sudah sangat melandai, namun kita tidak boleh berpuas diri. Kita tetap harus waspada agar tidak terjadi gelombang ketiga seperti yang dirasakan oleh beberapa negara," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa penyerahan alat PCR dari Mico Biomed ini sangatlah membantu Pemkab Gowa karena tidak perlu lagi mengirimkan sampel ke BBLK, tetapi dapat langsung diproses dan didapatkan hasilnya melalui alat ini.
Penyerahan hibah dilakukan Direktur Operasional PT. Langit Pandu Anugerah selaku perusahaan prinsipel Mico Biomed di Indonesia Agus C. Wirawan kepada Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu untuk selanjutnya diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Gowa.
Agus mengatakan, hibah ini merupakan salah satu wujud dari komitmen Mico Biomed untuk membantu menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Sejak awal pandemi kami berkomitmen menyiapkan mesin PCR untuk membantu penanganan covid-19 di Indonesia, boleh dipakai di mana saja, asalkan bisa membuat manfaat bagi masyarakat,” kata Agus.
Mesin PCR tersebut dinilai cocok digunakan di Indonesia yang membutuhkan kecepatan distribusi maupun pemeriksaan. Memiliki ukuran yang relatif kecil, mesin ini telah disebar ke sejumlah daerah di Indonesia.
“Untuk riset, ini sangat cocok. Alatnya tidak terlalu besar dan hasilnya bisa cepat kita dapatkan. Tapi untuk saat ini kita maksimalkan untuk testing dan tracing Covid-19 dulu,” kata Agus.
Kemampuan mesin tersebut dalam membaca sampel PCR sangat baik. Waktu yang diperlukan hanya 1 - 2 jam saja. Dengan kemampuan testing 16 sampel dalam sekali kerja, mesin ini dapat menurunkan biaya dan durasi pemeriksaan PCR di Kabupaten Gowa.
Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama yang diberikan oleh Mico Biomed melalui PT Langit Pandu Anugrah. Semoga ke depannya ada kerja sama lain yang dapat dilaksanakan.
"Beberapa kerja sama telah dibangun dengan beberapa lembaga dan perusahaan. Ke depan fokus kita akan mengarah pada kerjasama pengembangan penelitian yang berhubungan dengan penanganan infeksi penyakit tropis," ungkapnya.
