MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - PT Pertamina kini mulai menormalkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite usai memberlakukan Program Langit Biru (PLB) dengan potongan harga atau diskon.
Awalnya harga pertalite yang berada di angka Rp7.850 mendapat potongan sebesar Rp1.400 pada Maret 2021 lalu.
Kemudian pada Agustus 2021 potongan harga kembali mengalami pemangkasan. Dipangkas sebesar Rp400 sehingga tersisa Rp600. Dari potongan ini harga pertalite tersisi Rp7.250 per liternya dan berlaku di hampir seluruh daerah di Sulsel.
Harga pertalite saat ini sudah kembali normal di angka Rp7.850 per liter.
Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan mengungkapkan, potongan harga melalui PLB sebenarnya sudah berakhir sejak 31 Oktober. Sehingga harga pertalite saat ini sudah kembali normal diharga Rp7.850 per liter.
Berakhirnya potongan harga ini disebabkan tingginya harga minyak dunia. Sehingga promo yang diperuntukkan khusus untuk tiga jenis kendaraan, yakni roda dua, roda tiga, dan roda empat plat kuning diputuskan dicabut.
“Justru Pertamina ini termasuk berani bertahan di harga itu sementara harga mintak dunia lagi tinggi-tingginya. Jadi kalau ada isu kenaikan BBM itu ditepis karena bertahan memperhatikan keterjangkauan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (6/11/2021).
Taufiq juga mengatakan sejauh ini belum ada wacana kenaikan BBM. Hal ini lantaran Pertamina mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi Covid-19.
“Belum ada pembahasan, baik internal Pertamina maupun pemerintah. Saya kira itu wacana dari pengamat melihat harga minyak dunia yang melonjak imbas dari pandemi,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar, Zainal Abidin merasa sangat terdampak.
Harga pertalite dinilai naik sehingga sangat menyulitkan rakyat. Terutama bagi sopir-sopir angkutan darat (Petepete).
“Tentunya ini sangat menyulitkan rakyat. Makanya kami bilang pemerintah semestinya paham kondisi sekarang, semua serba sulit di tengah pandemi Covid-19,” keluhnya.
Sebelumnya, kata dia, pihaknya sempat menanyakan mengenai promo potongan harga yang diberlakukan. Hanya saja, pihaknya tidak mendapat jawaban pasti sementara harga terus berubah-ubah.
Sementara, empat SPBU yang masih menyediakan BBM jenis premiun di Makassar tidak mampu mengakomodasi kendaraan-kendaraan yang telah ditentukan. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengantre. Banyak sopir dirugikan.
"Masih ada empat SPBU menjual Premium, yang lain sudah tidak ada. Kalaupun dapat butuh waktu lama antre. Ditambah lagi masih ada kendaraan pribadi ikut mengantre, padahal seharusnya mereka menggunakan Pertalite," ujarnya.
BERITA TERKAIT
-
Sufriadi Arif Semprot Pertamina Soal Pertashop Mangkrak: Saya Tahu Siapa yang Main
-
Pertamina Temui Zudan, Laporkan Stok BBM Sulsel Aman Jelang Nataru
-
Masyarakat Keluhkan BBM Langka, Pj Bupati Bone Kontak Langsung Pertamina
-
Penuhi Kebutuhan Selama Ramadan, Pertamina Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg
-
Emak-emak Makassar Keluhkan Isi LPG 3 Kg Berkurang, Pertamina: Laporkan Kalau Ada Bukti