Muh. Syakir : Sabtu, 13 November 2021 18:55
Amalia Malik

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik membeberkan, belum lama ini 3 aset berupa lahan sekolah kembali diserobot mafia tanah. Salah satunya di SD Mallengkeri 1 dan 2.

"Di sana, perpustakaan dan 2 ruang kelas ditutup saat ini oleh mafia tanah. Kemarin ada 3 sekolah diserobot inkrah dan satunya di SD Mallengkeri sementara ini kita lagi peninjauan kembali," ujar Amalia Malik.

Ia mengatakan, laporan penyerobotan lahan sekolah sudah lama diketahui Disdik. Olehnya itu, pihaknya sudah mengajukan laporan ke Dinas Pertanahan untuk dibuatkan sertifikasi hak alas lahan untuk sekolah yang belum jelas hak tanahnya.

"Ini sudah lama laporannya. Kita sudah lama ajukan beberapa sekolah yang alas , haknya belum jelas. Sisa diproses kalau tidak akan jadi masalah," katanya.

"Penganggaran bukan di kita. Itu di pertanahan dan bagian hukum. Kita cuma terima sertifikat penggunaannya," tambahnya.

Diketahui total120 lebih aset sekolah milik Pemkot Makassar yang belum mengantongi sertifikat. Sebagian besar dari 120-an aset tersebut tengah berproses untuk penyerahannya ke Pemkot Makassar. Baik lewat sertifikasi maupun lewat jalur hibah.

"Macam-macam, ada yang masih berproses, ada ya sementara pengurusan. Memang. Ada juga yang proses hibahnya. Seperti ada beberapa sekolah itu milik Kodam, jadi itu sementara kita proses untuk hibahnya. Seperti di SMP samping Cokroaminoto. Itukan hibah dari Kementerian Keuangan," paparnya.

"Targetnya semua bisa selesai tahun 2022 supaya jelas alas haknya," tambah Amalia.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Rachmat Azis mengatakan, hingga saat ini pemerintah Kota baru berhasil mensertifikasi dokumen asetnya sebanyak 400 lebih aset dari total 4.395.

"(Dari 400 yang tersertifikasi) 200-an lebih lahan-lahan khususnya untuk bangunan pemerintahan. Digunakan baik untuk sekolah. Khusus sekolah ada 114-an bidang tanah, kalau sekolahnya kan satu bidang tanah bisa ada 3 sekolah di situ," terangnya.