Sabtu, 13 November 2021 21:54

Pengusaha Luar Menang Tender Proyek Rp14 M di Tator, DPRD Meradang

Nicodemus Mangera
Nicodemus Mangera

Ia akan memanggil ULP untuk menjelaskan lebih detail. Ia juga mengaku banyak menerima laporan soal ULP yang tak transparan.

TATOR, PEDOMANMEDIA - DPRD Tator meradang. Tender proyek pariwisata bernilai Rp14 miliar di Ollon, Tana Toraja dimenangkan oleh kontraktor dari luar daerah.

“Tender itu siapa saja boleh menang, tetapi harus kita perhatikan juga kearifan-kearifan lokal. Kita harus perhatikan pertumbuhan ekonomi daerah. Kalau masih ada kontraktor lokal yang mampu kenapa harus pakai dari luar. Inikan mengerdilkan namanya," tandas Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja Nicodemus Mangera, Sabtu (13/11/2021).

Seharusnya kata Nimar, sapaannya, kontraktor lokal mendapat prioritas. Secara skill, ia juga yakin pengusaha konstruksi lokal cukup banyak yang layak dipakai.

Baca Juga

"Karena menggunakan jasa kontraktor lokal itu ada orientasi ekonominya. Itu akan memberi efek pada pertumbuhan ekonomi daerah," ketusnya.

Kritik ini dilontarkan Nimar menjawab kekecewaan sejumlah kontraktor lokal. Proyek wisata Ollon sendiri sempat dikabarkan batal dilanjut karena keterlambatan proses tender.

Nimar juga mempertanyakan transparansi proses tender. Menurutnya, ini sedikit janggal karena baru kemarin dikabarkan batal. Hari ini tiba-tiba sudah ada pemenang.

Menurut Nimar, kalau semua proyek besar diserahkan kepada pengusaha luar, lantas kapan orang orang lokal bisa maju. Padahal, dari segi skill kontraktor lokal juga tak kalah hebat.

"Jangan juga kita memberikan sebebas-bebasnya. Tapi kita lupa bahwa pertumbuhan ekonomi Tana Toraja itu penting. Nah kalau semua pekerjaan ini dilaksanakan oleh orang -orang kontraktor di luar Tana Toraja, terus Tana Toraja ini bertumbuh dalam bidang apa?," ucap politisi Partai Golkar ini.

Nimar mengaku akan memperjelas semua ini. Ia akan memanggil ULP untuk menjelaskan lebih detail. Ia juga mengaku banyak menerima laporan soal ULP yang kurang transparan dalam proses tender.

“Jadi begini isu yang beredar bahwa anggota pokja biasa bermain dengan salah satu oknum kontraktor sehingga saya selaku Ketua Komisi 3 yang membidangi itu akan panggil mereka soal adanya informasi tersebut,” bebernya.

Sementara itu Kepala ULP Candra kepada PEDOMANMEDIA mengakui bahwa kontraktor pemenang tender bukan perusahaan lokal. Namun mereka punya semua alat yang dibutuhkan.

"Semua peralatan yang dibutuhkan mereka sudah siapkan, termasuk alat berat," bebernya.

Di kutip dari LPSE, proyek jalan pariwisata Buakayu-Ollon, dengan pagu Rp14.999.246.000,00. Nama pemenang tender adalah PT Wae Tuwo Indah, beralamat di Jl.Veteran Utara Lr 45/5 Makassar.

Dari catatan LPSE disebutkan harga penawaran Rp13.494.692.764,68, harga terkoreksi Rp13.494.692.764,68 dan hasil negosiasi Rp13.494.692.764,68.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#DPRD Tator #Proyek Wisata Tator
Berikan Komentar Anda