Pengamat Sebut Kans Menantu Luhut Jadi Pangkostrad Pengganti Dudung
Kans Mayjen TNI Maruli Simanjuntak semakin besar karena faktor kedekatan dengan Presiden Jokowi .
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Posisi Panglima Korps Cadangan Strategis (Pangkostrad) kosong sepeninggal Jenderal TNI Dudung Abdurachman resmi dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Sejumlah nama perwira tinggi TNI AD dikabarkan masuk bursa calon Pangkostrad.
Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi memprediksi sejumlah nama Pati AD layak menempati posisi di Pangkostrad. Di antaranya Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa; Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso; maupun Pandam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Menurut saya banyak perwira bintang dua yang layak menjadi bintang tiga sebagai Pangkostrad. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pangkostrad diisi dari jajaran bintang tiga lainnya," kata Fahmi sebagaimana dilansir merdeka, Kamis (18/11/2021).
Sementara kandidat dari bintang tiga, Fahmi memprediksi nama Danpussenif Letjen TNI Arief Rahman layak dipertimbangkan. "Namun tidak menutup kemungkinan juga munculnya nama-nama di luar itu," sebutnya.
Fahmi menilai, kans Mayjen TNI Maruli Simanjuntak semakin besar karena faktor kedekatan dengan Presiden Jokowi .
Maruli merupakan menantu dari Menko Binsar Luhut Pandjaitan. Maruli juga pernah mencoba sebagai Danpaspamres.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan calon Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) ada di tangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Andika mengaku hanya menyerahkan nama-nama perwira tinggi TNI yang berkompeten menjadi Pangkostrad ke Presiden.
"Itu memutuskan, kami hanya menyiapkan data, yang memutuskan Presiden. Saya hanya menyiapkan data yang sesuai dengan keinginan beliau untuk dipilih," jelas Andika di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/11).
Dia enggan menyebut siapa saja perwira tinggi TNI yang akan menjadi Pangkostrad. Andika mengatakan bahwa banyak perwira TNI yang saat ini berhak dan memiliki kompetensi menjadi Pangkostrad.
"Saya akan lapor ke Presiden karena ini ada hubungannya dengan Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) karena mekanismenya lewat Wanjakti," ujarnya.
