Pemprov Sulsel Bantu Petani Bone, Salurkan 100.000 Bibit Kakao
Penyaluran bantuan bibit kakao ini terdapat pengusulan yang sudah terbilang cukup lama dan baru terealisasi.
BONE, PEDOMANMEDIA - Sekitar 100.000 bibit kakao akan menyasar petani di desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bone. Di antaranya, dua desa di Kecamatan Ulaweng terpantau mendapat jatah dari bantuan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Bone, Sunardi Nurdin menyebutkan, bantuan yang tersalurkan ke desa di sejumlah kecamatan itu bersumber dari alokasi APBD Provinsi Sulsel.
Hal senada disampaikan Kabid Perkebunan Dinas PTPHP Bone Hasanuddin. Ia mengatakan, bantuan bibit kakao yang tersalurkan adalah kegiatan provinsi. Ia memantau langsung penyaluran untuk menghidari kesalahpahaman masyarakat.
"Saya datang langsung ke desa untuk memantau penyaluran kemarin, agar tidak terjadi kesalahpahaman dikira bantuan terkait pilkades, padahal bukan. Tidak ada kaitannya dengan pilkades," jelasnya, kemarin
Rencananya, kata dia, total bantuan bibit kakao yang akan disalurkan ke Bone sekitar 100.000 pohon. Penyaluran akan menyasar kelompok tani yang sebelumnya telah melakukan permohonan melalui proposal.
Ia belum mengetahui secara pasti apakah bantuan bibit kakao ini akan diikuti program bantuan pupuk hingga pembinaan pemeliharaan. Sebab hal itu tergantung dari anggaran dan proposal pengusulan atau permintaan kelompok tani.
Selain itu, ia juga menyebutkan, penyaluran bantuan bibit kakao ini terdapat pengusulan yang sudah terbilang cukup lama dan baru terealisasi.
Ia berharap bantuan bibit kakao yang diterima petani dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar petani kakao dapat lebih produktif ke depannya.
Kepala BPP Kecamatan Ulaweng Andi Muslimin menyebutkan, untuk di wilayahnya sebanyak 5 kelompok tani di dua desa melakukan permintaan. Yakni, 1 kelompok tani di desa Tea Musu dan Lilina Ajangale sebanyak 4 kelompok.
"Sebenarnya 5 kelompok tani yang minta, 1 kelompok di Tea Musu dan 4 kelompok di Lilina Ajangale. Itu 20.000 per kelompok. Kalau desa Tea Musu tahun lalu pernah dapat 1 kelompok tani," jelasnya
Ia juga menyebut akan terus memperjuangkan kemajuan petani di wilayah kerjanya. Termasuk jika masih ada kalangan petani yang mengiginkan bantuan bibit kakao.
Informasi dihimpun, sejumlah petani di desa Tea Musu merasa senang dengan adanya bantuan bibit kakao ini. Mereka berterima kasih kepada pemerintah dan pihak yang terlibat. Mereka juga berharap bantuan dapat ditindak lanjuti dengan program bantuan lainnya.
Selain itu, melihat bantuan disalurkan di desa, sejumlah petani menyampaikan masih membutuhkan bantuan bibit kakao. Mereka kalangan patani yang tidak tergabung dalam kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut.
Diketahui sebagian besar tanaman kakao di Tea Musu sudah ditebang. Kakao ditebang lantaran sudah tidak produktif. Kini sebagian besar lahan kakao berganti jadi lahan jagung agar petani tetap produktif.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
