MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kendati tak ada kenaikan berarti hingga akhir Oktober, kekhawatiran akan melonjaknya harga pangan di akhir tahun tetap harus diantisipasi. Harga pangan bisa naik tiba-tiba jika ada penimbunan yang menghambat distribusi.
"Biasanya akhir tahun menjadi momen kenaikan harga pangan. Selalu diawali dengan kelangkaan stok barang. Lalu kelambanan distribusi. Akhirnya di tingkat pengecer barang barang naik tidak terkendali," jelas Mantasiah Usman, peneliti sosial dan ekonomi kerakyatan, Minggu (1/11/2020).
Menurut Mantasiah, spekulan masih banyak mengontrol distribusi pangan. Saat mendekati akhir tahun, sembako seringkali mengalami hambatan distribusi karena kurangnya stok.
Akibatnya, saat tiba di pasar ecer, barang menjadi sangat mahal. Kata dia, kurangnya stok bukan karena produksi petani turun. Tapi ada permainan pada tingkat distribusi yang gagal diproteksi pemerintah.
"Jangan heran kalau tiba tiba cabe merah, bawang dan ayam potong naik. Harga kadang melambung tidak wajar. Itu bukan karena stok kurang. Tapi ada penimbunan. Distribusi ke pasar sengaja dihambat. Akhirnya harga naik," jelasnya.
Mantasiah mengaku khawatir jika kenaikan harga pada Desember nanti tak bisa diatasi, kemungkinan akan berkepanjangan sampai awal tahun. Pada akhir April memasuki puasa Ramadan yang juga menjadi momen rentan kenaikan harga pangan. Setelah itu ada hari raya Idul Fitri.
"Jadi kenaikannya bisa berkesinambungan. Sekarang yang paling penting adalah mengurai akar masalahnya. Yakni mencegah penimbunan agar stok tetap terjaga di pasaran," katanya.
Mantasiah menyarankan ada kontrol ketat di wilayah distribusi. Sebab di sana spekulan banyak bermain.
Sebelumnya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta pemerintah daerah agar mengantisipasi kenaikan harga pangan sampai tahun baru 2021. Ia menyebut, kenaikan harga rawan di akhir akhir tahun. Karena itu harus ada upaya antisipasi.
Ia juga meminta peran seluruh stakeholder dalam menjaga fungsi pasar tradisional sebagai sentra ekonomi rakyat. NA berharap, pasar tradisional mendapat perharian serius.
"Supaya pasar tradisonal tetap bergairah meski masih di masa pandemi," katanya.
BERITA TERKAIT
-
Menko Zulhas Klaim Stok Pangan Terkendali Jelang Lebaran
-
Harga Pangan di Jeneponto Masih Fluktuatif, Daging Kuda Rp170 Ribu per Kg
-
Kemendag Diminta Hati-hati dengan Tren Kenaikan Harga Pangan: Bisa Ada Gejolak
-
DPP Pemuda Tani HKTI: Gejolak Harga Pangan, Kali ini Berbeda
-
Sudirman Minta Kepala Daerah Awasi Lonjakan Harga: Spekulan Main