Rabu, 24 November 2021 16:57

Corona Memburuk di Eropa, Jerman-Italia Siap Lockdown

Eropa kembali dihantam gelombang Corona. (ilustrasi/int)
Eropa kembali dihantam gelombang Corona. (ilustrasi/int)

Di Italia, pemerintahnya tengah mematangkan langkah apa yang harus mereka ambil jelang pengumuman kondisi darurat pekan ini.

BUCHAREST, PEDOMANMEDIA - Gelombang baru Corona kian meluas di Eropa. Sepekan terakhir giliran Romania yang menghadapi serangan mematikan.

Ratusan jenazah dilaporkan menumpuk di sejumlah rumah sakit di Bucharest. Kamar-kamar mayat juga dilaporkan mulai sesak oleh tumpukan jenazah pasien Corona.

Bahkan, perawat setempat mengungkapkan ada satu keluarga meninggal yang langsung dikirim ke pemakaman, karena kasus dan kematiannya terus menanjak.

Baca Juga

Situasi Romania memburuk usai dilakukan lockdown parsial pada akhir Oktober lalu. Romania dilaporkan memiliki cakupan vaksinasi paling rendah di Eropa.

Dilansir Daily Mail, Selasa (23/11/2021) vaksinasi Romania baru menyentuh 36%.

Karena itu, pemerintah memutuskan menerapkan jam malam, dan meminta masyarakat menunjukkan mereka bebas dari virus Corona.

Menteri Dalam Negeri Raed Arafat bahkan pada saat itu menyatakan, mereka saat ini berada dalam "situasi bencana".

"Situasi ini seharusnya bisa dihindari. Sebabnya, banyak dari kami yang masih menolak untuk divaksin," papar Arafat.

CNN melaporkan kamar mayat di Rumah Sakit Universitas Bucharest dikabarkan dipenuhi oleh jasad korban virus corona. Kamar mayat tersebut dilaporkan hanya menampung 15 jenazah. Tapi CNN memberitakan pada satu hari bisa datang hingga 41 jasad.

Bahkan, seluruh ranjang di bangsal yang ditambah demi memenuhi penanganan virus corona juga dilaporkan penuh.

Claudiu Ionita, perawat yang bertanggung jawab, menyatakan dia belum pernah mendapati situasi yang mengkhawatirkan seperti itu.

"Ini seperti bencana. Bahkan, kami terpaksa memutuskan untuk mengirim seluruh keluarga yang meninggal ke kuburannya," kata Ionita.

Selain Romania, beberapa negara Eropa juga menghadapi situasi serupa. Tetapi di Jerman, Menteri Kesehatan Jens Spahn menyebut sudah terlambat jika meminta penduduk melakukan vaksin di tengah gelombang penularan terbaru.

"Efeknya mungkin terlambat untuk datang. Saat ini yang perlu dilakukan adalah mereduksi kontak dan bersatu sebagai negara," tegasnya.

Saat dia berbicara itulah, survei menunjukkan 70 persen rakyat "Negeri Bir" percaya lockdown akan diberlakukan sebelum Natal.

Di Italia, pemerintahnya tengah mematangkan langkah apa yang harus mereka ambil jelang pengumuman kondisi darurat pekan ini.

 

Editor : Muh. Syakir
#Eropa Lockdown #Corona #Italia
Berikan Komentar Anda