Rabu, 24 November 2021 17:25

Sah! APBD Makassar 2022 Rp4,9 Triliun

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Rapat pembahasan APBD 2022 sudah melalui proses panjang. APBD ditetapkan secara bersama-sama dan tepat waktu sesuai peraturan perundang-undangan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - DPRD resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar 2022 sebesar Rp4,9 triliun, Rabu (24/11/2021). Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna yang dihadiri Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto.

Danny mengapresiasi kerja keras OPD dan DPRD sehingga APBD bisa ditetapkan tepat waktu. Ia menilai, pengesahan ini punya strategis karena akan menentukan langkah pembangunan satu tahun mendatang.

"Kita bersyukur APBD 2022 sudah ditetapkan. Kita tahu bahwa semua hal yang berkembang selama pembahasan rancangan APBD telah dibahas secara saksama dengan penuh keterbukaan untuk membangun persepsi yang sama melalui pembicaraan yang efektif antara eksekutif dan legislatif," ujar Danny.

Baca Juga

Danny mengatakan, rapat pembahasan APBD 2022 ini sudah melalui proses panjang. APBD ditetapkan secara bersama-sama, tepat waktu sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kerja keras yang ditunjukkan selama ini oleh anggota Dewan telah mencerminkan kebersamaan dan kemitraan yang tinggi antara legislatif dan eksekutif. Oleh karena itu saya memberikan apresiasi, penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Dewan," kata Danny.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, beberapa hal yang telah disepakati pada APBD tahun 2022 yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar sebesar Rp4.203 484.905.000 yang terdiri dari PAD pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

"Belanja modal yang ditetapkan sebesar Rp4.962.269.154.263 dan surplus/defisit sebesar Rp758.784.249.263," ujar Leo.

Sementara untuk pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp766.284.249.263, pengeluaran pembiayaan ditetapkan sebesar Rp7.500.000.000 dan pembiayaan netto sebesar Rp758.784.249.263.

Terkait penyetoran dividen PDAM terhadap laba Tahun 2020 sebesar Rp.38.473.567.544 yang hingga saat ini belum disetorkan dan tunggakan dividen Tahun 2015 sebesar Rp 20.192.635.616,95 dan Tahun 2018 sebesar Rp.22.269.903.581,75 hal ini berdasarkan temuan BPK Tahun 2018.

"Berkaitan hal tersebut, Komisi B DPRD Kota Makassar merekomendasikan agar dividen Perumda Air Minum segera disetor untuk laba yang ditahan di PDAM untuk digunakan membangun sarana peningkatan pelayanan air minum dengan membuat reservoar dan perpipaan di wilayah yang belum terjangkau pelayanan air bersih dengan baik," terang Leo.

Adapun daerah yang digunakan PDAM membangun reservoar dan perpipaan di wilayah seperti di daerah timur kota meliputi Kecamatan Biringkanaya di Kawasan KIMA, fasium PT. Sumarecon.

Kecamatan Tamalanrea kawasan Politeknik Unhas. Kemudian daerah utara meliputi Kecamatan Ujung Tanah dan Kecamatan Tallo. Serta daerah selatan kota meliputi Kecamatan Tamalate Kelurahan Barombong.

Penulis : Nurjannah
Editor : Muh. Syakir
#Wali Kota Makassar Danny Pomanto #DPRD Makassar #DPRD Kota Makassar #APBD Makassar 2022
Berikan Komentar Anda