Sabtu, 27 November 2021 11:28

Reaksi Warga Jelang Makassar 'Sweeping' Vaksin: Tak Boleh Memaksa

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Aktivis Andi Tenri Farida mengatakan, sweeping vaksin di jalan tujuannya baik. Akan tetapi harus memperhatikan psikologi publik.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kota Makassar akan melakukan vaksinasi on the road. 'Sweeping' vaksin ini akan menyasar warga di jalan-jalan raya.

Kebijakan ini menuai beragam tanggapan. Sebagian warga berharap agar tidak ada unsur paksaan selama sweeping.

"Ya kalau bisa orang jangan dipaksakan. Ini tidak semua orang mau divaksin. Kalau setiap orang yang ditemui di jalan raya harus vaksin, wah itu namanya paksaan," ujar Alimin, warga Makassar, Sabtu (27/11/2021).

Baca Juga

Vaksin on the road rencananya akan dimulai saat pemberlakuaan PPKM level 3 Nataru 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Vaksin akan menyasar warga di jalan jalan raya.

"Kita akan mulai persis saat PPKM level 3 (24 Desember). Jadi kami bukan hanya mencegah tapi juga memproteksi dari daerah sekitar yang belum vaksin lalu bercampur dengan orang vaksin. Tujuannya kan melindungi seluruh masyarakat Makassar," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, Rabu (24/11/2021).

Danny mengatakan, sweeping dilakukan untuk menekan mobilitas warga. Disebutkan Danny, saat momen Nataru ada potensi meningkatnya penularan Covid-19. Sebab di momen itu masyarakat lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, sehingga berpotensi terjadi kerumunan.

"Kami melihat pada Nataru nanti berpotensi akan terjadi peningkatan kasus. Vaksinasi on the road itu untuk mencegah terjadi penularan," katanya.

Danny berharap warga tetap menjaga protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah. Sebab disiplin menjadi salah satu upaya pencegahan paling efektif.

Aktivis Andi Tenri Farida mengatakan, sweeping vaksin di jalan tujuannya baik. Akan tetapi harus memperhatikan psikologi publik.

"Karena banyak sekali masyarakat yang masih sulit percaya vaksin. Jadi harus diedukasi dengan pendekatan humanis," kata Tenri

Namun secara prinsip, ia tetap mendukung vaksinasi terus dikampanyekan. Asal jauh dari pendekatan-pendekatan memaksa yang bisa memancing reaksi negatif publik.

"Tidak boleh ada paksaan. Harus edukatif dan humanis. Unsur unsur paksaan bisa memicu gejolak baru. Jadi pemkot harus cermat dalam tindaka," tandasnya.

Penulis : Nurjannah
Editor : Muh. Syakir
#Vaksin On The Road #Vaksinasi Covid-19
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer