Minggu, 28 November 2021 19:15

Bentrok 2 Kelompok Berlanjut di Makassar, 1 Mahasiswa Tangannya Putus Ditebas

Mahasiswa yang menjadi korban penyerangan orang tak dikenal dinihari tadi masih dalam kondisi kritis di RS.
Mahasiswa yang menjadi korban penyerangan orang tak dikenal dinihari tadi masih dalam kondisi kritis di RS.

AKP Lando pun menyebut, bahwa pihaknya belum mengetahui pasti motif penyerangan ini. Namun, dugaan awal penyerangan itu terjadi karena adanya dendam lama

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Bentrok dua kelompok mahasiswa di Makassar kembali berlanjut Ahad dini hari tadi. Dua asrama mahasiswa diserang dalam waktu hampir bersamaan.

Penyerangan brutal ini melibatkan puluhan orang. Satu mahasiswa dilaporkan kritis setelah pergelangan tangannya putus ditebas parang.

Informasi yang dihimpun, kedua asrama mahasiswa milik organisasi daerah (organda) diserang sekitar pukul 02.00 Wita. Kedua asrama adalah Asrama IPMIL (Luwu) dan Asrama Kepmi Bone. Keduanya beralamat di Jalan Sungai Limboto.

Baca Juga

Polisi belum memastikan benang merah antara kasus penyerangan ini dengan aksi penyerangan sebelumnya. Di mana dua hari lalu juga terjadi penyerangan sebuah asrama mahasiswa oleh kelompok tak dikenal yang menyebabkan seorang mahasiswa terluka parah.

Menurut Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Lando KS dalang penyerangan dua asrama mahasiswa dini hari tadi masih diselidiki. Motifnya juga masih didalami.

"Benar, ada dua asrama yang dibakar oleh OTK. Asrama yang dibakar itu KEPMI Bone dan IPMIL Luwu," ujar AKP Lando, Ahad (28/11/2021) sore tadi.

Menurutnya, para pelaku tak bisa dikenali karena mengenakan masker. Para penyerang di asrama IPMIL Luwu tak hanya membakar asrama tapi juga melukai sejumlah mahasiswa yang bermukim di asrama itu.

Salah seorang mahasiswa bernama Muhammad Abdullah (20), terluka parah. Tangannya sampai putus ditebas parang.

Ia juga mengalami luka sabet di leher dan pergelangan. Hingga siang tadi kondisinya dilaporkan masih kritis.

Polisi berpangkat tiga balok ini menjelaskan, dari hasil keterangan warga setempat, asrama mahasiswa yang pertama terbakar ialah Asrama IPMIL yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA dini hari. Kemudian, selang beberapa jam, tepatnya sekitar pukul 05.50 Wita, giliran asrama Kepmi Bone yang terbakar.

"Jadi selain kedua asrama ini dibakar asrama mahasiswa ini juga turut diserang belasan OTK dengan senjata tajam dan bom molotov," ungkap AKP Lando.

Akibat penyerangan itu, lanjut dia, satu orang mahasiswa asal Kabupaten Luwu akhirnya mengalami luka parah tangannya putus dan lehernya kena tebasan parang hingga sejumlah fasilitas asrama rusak berat dan juga terbakar.

"Ada satu mahasiswa terluka parah. Dia terkena luka tebasan pada bagian leher dan tangan kirinya putus. Dia sudah ditangani di RS," ujar AKP Lando.

Dari hasil keterangan penghuni asrama, kata AKP Lando, penyerangan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan masker dengan penutup wajah.

Para pelaku datang dengan membawa sejumlah senjata tajam seperti badik atau parang, anak panah busur, pistol rakitan dan bom molotov.

"Jadi para pelaku ini masuk ke asrama dan merusak sejumlah fasilitas dan membakar asrama jadi penghuni asrama pada saat itu sempat berlari dan sembunyi kemudian korban yang terluka parah ini sempat didapat akhirnya dia yang dianiaya," ungkap Ajun Komisaris Polisi ini.

Lebih lanjut, AKP Lando pun menyebut, bahwa pihaknya belum mengetahui pasti motif penyerangan ini. Namun, dugaan awal penyerangan itu terjadi karena adanya dendam lama di antara mahasiswa.

"Polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti yang ditemukan untuk mengungkap pelaku dan motifnya," terang AKP Lando.

Penulis : Supriadi
Editor : Muh. Syakir
#Asrama Ipmil Diserang #Asrama Kepmi Bone Diserang #Polrestabes Makassar #Bentrok Mahasiswa
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer