Selasa, 30 November 2021 20:08

Sudirman Jenguk Korban Penyerangan Asrama IPMIL: Mari Sudahi ini!

Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman menjenguk korban penyerangan Asrama IPMIL di RS Pelamonia.
Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman menjenguk korban penyerangan Asrama IPMIL di RS Pelamonia.

Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa kondisi kedua korban butuh perhatian serius. Apalagi mereka luka pada area tangan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjenguk korban penyerangan asrama IPMIL di dua rumah sakit - RSUP Wahidin Sudirohusodo dan RS Pelamonia, Makassar, Selasa (30/11/2021). Sudirman mengajak mengakhiri semua ini.

Turut bersama Sudirman, Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjend TNI Mochamad Syafei Kasno, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulsel Brigjen TNI Dwi Surjatmodjo dan Bupati Luwu Basmin Mattayang.

Sua korban penyerangan dirawat di dua rumah sakit berbeda. Muhammad Abdullah yang mengalami luka parah sampai tangannya terpotong ditebas pelaku dirawat di RS Pelamoni. Sementara satu lainnya dirawat di RS Wahidin, Tamalanrea.

Baca Juga

Kedatangan Sudirman disambut isak tangis keluarga.

"Sabar ki ibu, fokus saja untuk kesehatannya (korban)," ujar Sudirman sembari menguatkan ibu korban.

"Jangan pikir yang lain. Insya Allah saya akan utus Dinas Kesehatan untuk memantau proses pemulihan selama di RS," sambung Sudirman.

Sudirman pun berbincang dengan korban berinisial AR di RS Wahidin dan korban MAS di RS Pelamonia. Mereka didampingi oleh orang tuanya. Sudirman pun meminta agar pihak keluarga fokus untuk proses kesembuhan anaknya.

Usai mengunjungi korban, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa kondisi kedua korban butuh perhatian serius. Apalagi mereka luka pada area tangan.

"Kita sudah lihat kondisi korban, kita sudah minta Dinas Kesehatan untuk tetap memantau kondisi korban. Sementara pihak kelurga sudah menyampaikan tidak ingin ada korban lagi dan menyerahkan semua kepada pihak berwajib," ungkapnya.

"Kejadian akan menjadi duka bagi keluarga dan kita semua yang memiliki rasa empati ketika keluarga berharap anaknya dapat menempuh pendidikan untuk menjadi harapan dan kebanggaan keluarga. Tangisan kedua orang tua korban menjadi pelajaran bagi semua bahwa kerugian akan kembali kepada kita semua dan ini terkait nama baik Sulsel secara keseluruhan," tuturnya.

Sudirman menjanjikan akan menalangi biaya pengobatan korban.

"Kami sampaikan, jangan khawatir untuk biaya, pemerintah (Provinsi Sulsel) akan bantu. Keluarga korban (MAS) juga menyampaikan mengenai pekerjaannya yang sementara magang di Pelindo. Tentu kita akan koordinasikan itu bersama Pelindo dan pihak kampus agar diberikan keringanan sampai sembuh. Jangan khawatir, pemerintah provinsi terbuka (pekerjaan) bagi yang bersangkutan," pungkasnya.

Ia juga berharap peristiwa ini tidak terjadi lagi.

"Karena akan merugikan banyak pihak, termasuk keluarga, bahkan masyarakat sekitar. Olehnya itu, kita harap mari sudahi, ini tidak ada sangkut-pautnya dengan organisasi maupun suku atau daerah, ini hanya oknum-oknum yang mengatasnamakan saja. Mari menjaga sikap saling sipakatau dan bersatu di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kita harus mendukung kepolisian dalam mengusut kasus ini," pungkasnya.

Diketahui pada Ahad dini hari dua asrama mahasiswa diserang dalam waktu hampir bersamaan. Penyerangan brutal ini melibatkan puluhan orang. Satu mahasiswa dilaporkan kritis setelah pergelangan tangannya putus ditebas parang.

Informasi yang dihimpun, kedua asrama mahasiswa milik organisasi daerah (organda) diserang sekitar pukul 02.00 Wita. Kedua asrama adalah Asrama IPMIL (Luwui) dan Asrama Kepmi Bone. Keduanya beralamat di Jalan Sungai Limboto.

Polisi belum memastikan benang merah antara kasus penyerangan ini dengan aksi penyerangan sebelumnya. Di mana dua hari lalu juga terjadi penyerangan sebuah asrama mahasiswa oleh kelompok tak dikenal yang menyebabkan seorang mahasiswa terluka parah.

Menurut Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Lando KS dalang penyerangan dua asrama mahasiswa dini hari tadi masih diselidiki. Motifnya juga masih didalami.

"Benar, ada dua asrama yang dibakar oleh OTK. Asrama yang dibakar itu KEPMI Bone dan IPMIL Luwu," ujar AKP Lando, Ahad (28/11/2021) sore tadi.

Menurutnya, para pelaku tak bisa dikenali karena mengenakan masker. Para penyerang di asrama IPMIL Luwu tak hanya membakar asrama tapi juga melukai sejumlah mahasiswa yang bermukim di asrama itu.

Salah seorang mahasiswa

bernama Muhammad Abdullah (20), terluka parah. Tangannya sampai putus ditebas parang.

Ia juga mengalami luka sabet di leher dan pergelangan.

Lebih lanjut, AKP Lando pun menyebut, bahwa pihaknya belum mengetahui pasti motif penyerangan ini. Namun, dugaan awal penyerangan itu terjadi karena adanya dendam lama di antara mahasiswa.

"Polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti yang ditemukan untuk mengungkap pelaku dan motifnya," terang AKP Lando.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel #Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman #Korban Penyerangan Asrama IPMIL
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer