MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Makassar dua hari terakhir tanpa henti hingga pada Selasa pagi (7/12/2021) tadi, membuat sejumlah ruas jalan dan wilayah pemukiman warga dikepung banjir.
Pantauan PEDOMANMEDIA, air di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar telah mencapai ketinggian air bervariasi mulai dari 50 hingga 120 Centimeter.
Dari catatan BPBD Kota Makassar disebutkan, 14 Kecamatan yang ada di Kota Makassar 5 Kecamatan telah terdampak banjir. Proses evakuasi pun dilakukan oleh Tim relawan gabungan dari BPBD kota Makassar, SAR Brimob serta TNI.
Kepala BPBD Makassar Hendra Hakamudin mengatakan, saat ini ada 5 kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terendam banjir yang terjadi usai Makassar diguyur hujan deras sejak kemarin.
"Saat ini data kita ada lima kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Manggala, Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tamalanrea serta Kecamatan Tamalate. Dan paling terdampak itu Kecamatan Manggala," ujar Hendra saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/12/2021).
Hendra menjelaskan, proses evakuasi terus dilakukan sejak Senin malam (6/12) malam hingga pagi hari ini permintaan evakuasi masih terus meningkat.
"Proses evakuasinya masih terus dilakukan. Yang jelas eskalasinya meningkat. Sampai hari ini permintaan terus meningkat dan aduan pun meningkat," ungkap Hendra.
Kata dia, proses evakuasi ini tak hanya dilakukan oleh pihak BPBD saja. Namun Tim gabungan dari SAR Brimob, TNI hingga Basarnas turut membantu.
"Dari tadi malam memang terjadi evakuasi dan evakuasi itu bukan hanya BPBD saja, kita juga bergerak dengan SAR Brimob, Basarnas juga," ujar Hendra.
Adapun warga yang terdampak telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas umum untuk dijadikan lokasi pengungsian. Hanya saja, kata Hendra, belum bisa disebutkan secara detail terkait berapa banyak warga yang mengungsi.
"Kalau titik evakuasinya atau tempat pengungsian itu sudah ditentukan camat setempat. Misalnya, Manggala itu ada sekitar 20 tempat evakuasi dan sebagian besar fasilitas umum, beberapa warga juga setelah dievakuasi langsung ke rumah keluarganya," pungkas Hendra.