TGTPP Covid-19 Torut Monitor Pelaksanaan Protokol Kesehatan di SMAN 2
TGTPP Covid-19 Toraja Utara mengapresiasi komitmen dan totalitas pihak SMAN 2 Toraja Utara dalam melaksanakan protokol kesehatan
TORUT, PEDOMANMEDIA - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid -19 Kabupaten Toraja Utara memonitoring pelaksanaan proses belajar-mengajar tatap muka di SMAN 2 Toraja Utara di masa adaptasi Kebiasaan Baru pandemi Covid-19, Kamis (10/9/2020).
TGTTP Covid-19 yang datang melakukan pemantauan langsung di SMAN 2 masing-masing Aloysius Lande bersama Juru Bicara GTPP Covid-19 Toraja Utara Anugrah Y. Rundupadang melihat ketersediaan sarana prasarana penunjang pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah mulai dari gerbang sekolah hingga ke dalam ruang kelas, ruang guru, dan perpustakaan termasuk juga penerapan social/physical distance dan penggunaan masker selama proses belajar mengajar.
Tim GTPP Covid-19 Toraja Utara mengapresiasi komitmen dan totalitas pihak SMAN 2 Toraja Utara dalam melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan sekolah yang dapat memberikan rasa aman kepada seluruh komponen pendidikan di SMAN 2.
Apresiasi tersebut didasarkan pada Indikator yang nampak di lokasi sekolah mulai dari lengkapnya fasilitas pelaksanaan protokol kesehatan yang tersedia, penerapan prosedur kegiatan belajar mengajar yang aman dari Covid-19 seperti penerapan jam belajar yang efektif dan pembatasan kapasitas ruang belajar serta pengimplementasian social distancing dan penggunaan masker.
Selain ketersediaan fasilitas personal hygine cuci tangan setiap pintu masuk ruang kelas, untuk mengurangi resiko kemungkinan penyebaran Covid-19, pihak SMAN 2 juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan kelas sebelum dan sesudah sesi belajar mengajar dan semua proses belajar yang berlangsung dipantau oleh Kepala Sekolah melalui fasilitas CCTV.
"SMAN 2 Toraja Utara dari segi Protokol Kesehatan telah memenuhi persyaratan, telah dipersiapkan dan dilaksanakan ,kegiatan tatap muka proses belajar-mengajar kami yakin SMAN 2 tidak akan jadi kluster baru penyebaran virus Corona -19," terang Aloysius.
Pihak SMAN 2 menerapkan proses belajar mengajar secara sesional yang terbagi ke dalam dua sesi, per sesi berlangsung tiap 30 menit. Kapasitas ruang kelas juga dibatasi dengan kuota maksimal 18 siswa, yang dibarengi dengan pengaturan jarak aman meja/kursi antar siswa dan penggunaan masker selama proses belajar mengajar.
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa Adaptasi Kebiasaan Baru di satuan pendidikan SMAN 2 Toraja Utara sebelumnya telah diputuskan bersama antara pihak Sekolah, Komite dan Orang Tua siswa dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa terhadap proses belajar yang berkualitas, pasalnya berdasarkan evaluasi pihak sekolah dan masukan dari orang tua siswa diketahui jika penerapan belajar secara daring yang telah dilakukan sebelumnya dipandang kurang efektif bagi siswa.
"Kegiatan tatap muka dilakukan atas keluarnya kelonggaran surat tugas dari pemerintah dan persetujuan antara orang tua dan komite bersama guru, mengingat bahwa belajar dari rumah anak - anak tidak belajar secara efektif, maka sekolah mengizinkan untuk belajar di sekolah," ungkap Ketua Komite Sekolah SMAN 2 Toraja Utara, Ir. David Tana yang turut hadir dalam pemantauan tersebut.
Hal keputusan dimulainya kembali KBM tatap muka di SMAN 2, juga diterangkan oleh Kepala Sekolah SMAN 2, Drs. Yulius Lamma Bangke. Ia mengatakan, optimisme SMAN 2 melaksanakan kembali KBM tatap muka di masa Adaptasi Kebiasaan Baru semata-mata didasarkan atas kebutuhan siswa atas proses belajar mengajar yang efektif dan kapasitas sekolah dalam melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan sekolah secara maksimal.
